Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menekankan bahwa posko keamanan yang didirikan di wilayah tapal batas antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas masyarakat.
Menurutnya, posko tersebut memiliki peran penting di tengah polemik batas wilayah yang terjadi di kawasan Kampung Biatan Ilir, Biatan Ulu dan Kutim. Dimana, wilayah perbatasan ini masih menunggu kejelasan administratif antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
"Posko ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selama belum ada keputusan resmi terkait batas wilayah, posko keamanan harus tetap berjalan," kata Waris.
Ia pun menilai bahwa, langkah mendirikan posko keamanan merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah yang melibatkan aparat keamanan untuk menghindari gesekan antar wilayah. Oleh karena itu, kehadiran posko tidak hanya memberikan rasa aman bagi warga tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan
"Ini bentuk kepedulian masyarakat. Kita tentu mendukung langkah tersebut agar situasi di lapangan tetap aman," ujarnya.
Meski demikian, ia pun berharap pemerintah daerah, bersama pemerintah tetangga dan pemerintah pusat, dapat segera menyelesaikan persoalan tapal batas secara administratif maupun melalui mekanisme lainnya agar tidak menimbulkan dampak sosial di masyarakat perbatasan.
"Posko pengamanan ini penting selama persoalan tapal batas belum menemukan titik terang," tandasnya.
Waris juga menegaskan bahwa keberadaan posko keamanan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, memberikan perlindungan, dan memastikan situasi tetap aman di wilayah perbatasan Berau-Kutim. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menekankan bahwa posko keamanan yang didirikan di wilayah tapal batas antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas masyarakat.
Menurutnya, posko tersebut memiliki peran penting di tengah polemik batas wilayah yang terjadi di kawasan Kampung Biatan Ilir, Biatan Ulu dan Kutim. Dimana, wilayah perbatasan ini masih menunggu kejelasan administratif antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
"Posko ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selama belum ada keputusan resmi terkait batas wilayah, posko keamanan harus tetap berjalan," kata Waris.
Ia pun menilai bahwa, langkah mendirikan posko keamanan merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah yang melibatkan aparat keamanan untuk menghindari gesekan antar wilayah. Oleh karena itu, kehadiran posko tidak hanya memberikan rasa aman bagi warga tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan
"Ini bentuk kepedulian masyarakat. Kita tentu mendukung langkah tersebut agar situasi di lapangan tetap aman," ujarnya.
Meski demikian, ia pun berharap pemerintah daerah, bersama pemerintah tetangga dan pemerintah pusat, dapat segera menyelesaikan persoalan tapal batas secara administratif maupun melalui mekanisme lainnya agar tidak menimbulkan dampak sosial di masyarakat perbatasan.
"Posko pengamanan ini penting selama persoalan tapal batas belum menemukan titik terang," tandasnya.
Waris juga menegaskan bahwa keberadaan posko keamanan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, memberikan perlindungan, dan memastikan situasi tetap aman di wilayah perbatasan Berau-Kutim. (Adv)
(Sf/Rs)