DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Peredaran Gelap Narkoba Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Pembentukan BNNK di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    21 November 2025 pukul 12:29 WITA

    Anggota Komisi lll DPRD Berau, Rahman. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Polres Berau kembali mengungkap sejumlah kasus peredaran gelap narkoba dalam beberapa bulan terakhir dengan total barang bukti mencapai hitungan kilogram. 

    Rangkaian pengungkapan ini menunjukkan bahwa wilayah Berau semakin rawan dijadikan jalur masuk maupun transit jaringan narkotika.

    Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman menegaskan kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sehingga ia menilai Berau sangat memerlukan penanganan yang lebih sistematis melalui kehadiran lembaga khusus.

    "Berau saat ini sangat membutuhkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Ini bukan lagi wacana, tetapi kebutuhan mendesak melihat kondisi saat ini yang mana tiap bulan juga selalu ada terkait kasus narkoba bahkan bukan satu atau dua saja," ujarnya.

    Ia juga menyampaikan BNNK memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika di tingkat daerah. 

    "BNNK adalah representasi kehadiran negara untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika. Dengan adanya BNNK, penanganan bisa lebih terfokus dan terstruktur," tegasnya.

    Menurutnya keberadaan lembaga tersebut juga penting mengingat Berau memiliki banyak akses keluar masuk wilayah, mulai dari jalur sungai, darat hingga daerah pesisir.

    "Wilayah seperti ini rentan dimanfaatkan jaringan peredaran narkoba," tambahnya.

    Kendati demikian ia juga mengatakan penanganan masalah narkoba tidak boleh bergantung pada penindakan semata. Ini perlu dibarengi dengan edukasi, pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang harus diperkuat, terutama jika didukung oleh lembaga yang memiliki struktur dan program yang jelas.

    Rahman pun mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan percepatan agar pembentukan BNNK di Berau dapat direalisasikan, mengingat urgensi dan tingkat kerawanan yang semakin tinggi.

    "Kalau ada kelembagaan yang kuat, program yang jelas dan koordinasi yang baik, maka target kita untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba, sehingga ini bukan sekadar slogan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Peredaran Gelap Narkoba Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Pembentukan BNNK di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    21 November 2025 pukul 12:29 WITA

    Anggota Komisi lll DPRD Berau, Rahman. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Polres Berau kembali mengungkap sejumlah kasus peredaran gelap narkoba dalam beberapa bulan terakhir dengan total barang bukti mencapai hitungan kilogram. 

    Rangkaian pengungkapan ini menunjukkan bahwa wilayah Berau semakin rawan dijadikan jalur masuk maupun transit jaringan narkotika.

    Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman menegaskan kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sehingga ia menilai Berau sangat memerlukan penanganan yang lebih sistematis melalui kehadiran lembaga khusus.

    "Berau saat ini sangat membutuhkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Ini bukan lagi wacana, tetapi kebutuhan mendesak melihat kondisi saat ini yang mana tiap bulan juga selalu ada terkait kasus narkoba bahkan bukan satu atau dua saja," ujarnya.

    Ia juga menyampaikan BNNK memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika di tingkat daerah. 

    "BNNK adalah representasi kehadiran negara untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika. Dengan adanya BNNK, penanganan bisa lebih terfokus dan terstruktur," tegasnya.

    Menurutnya keberadaan lembaga tersebut juga penting mengingat Berau memiliki banyak akses keluar masuk wilayah, mulai dari jalur sungai, darat hingga daerah pesisir.

    "Wilayah seperti ini rentan dimanfaatkan jaringan peredaran narkoba," tambahnya.

    Kendati demikian ia juga mengatakan penanganan masalah narkoba tidak boleh bergantung pada penindakan semata. Ini perlu dibarengi dengan edukasi, pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang harus diperkuat, terutama jika didukung oleh lembaga yang memiliki struktur dan program yang jelas.

    Rahman pun mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan percepatan agar pembentukan BNNK di Berau dapat direalisasikan, mengingat urgensi dan tingkat kerawanan yang semakin tinggi.

    "Kalau ada kelembagaan yang kuat, program yang jelas dan koordinasi yang baik, maka target kita untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba, sehingga ini bukan sekadar slogan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)