DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pemkab Didorong Beri Pelatihan Ekspor untuk UMKM Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2025 pukul 19:05 WITA

    Produk Kerajinan Berau. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau masih menghadapi beberapa tantangan dalam menembus pasar ekspor. Salah satu kendala utama adalah minimnya pengetahuan terkait strategi pemasaran dan prosedur ekspor.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, pun menyoroti perlunya peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat bersaing di pasar global.

    "Banyak pelaku UMKM yang belum memahami cara mengekspor produk mereka, padahal potensi yang dimiliki cukup besar," ujar Kumalasari.

    Ia pun mencontohkan sejumlah produk kerajinan tangan, seperti tas rotan, yang memiliki keunikan khas Berau. Dimana, produk-produk tersebut dinilai layak dipasarkan ke luar negeri jika didukung peningkatan kualitas dan pemenuhan standar ekspor.

    "Pemerintah daerah harus aktif memberikan pendampingan dan pelatihan. Dengan begitu, pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan menembus pasar internasional," ujar Sri Kumalasari.

    Oleh sebab itu, dirinya menilai pembinaan yang menyeluruh terhadap UMKM ini penting mencakup pemahaman kualitas produk, sertifikasi, hingga mekanisme ekspor.

    "Produk UMKM tidak hanya perlu menarik secara estetika, tetapi juga harus memenuhi standar internasional agar dapat bersaing," jelasnya.

    Terakhir, Sri Kumalasari berharap pengembangan UMKM berbasis ekspor dapat menjadi program prioritas pemerintah daerah. Sebab, ia menilai potensi di Berau sangat besar, namun masih banyak yang belum tergarap maksimal karena kurangnya pendampingan.

    "Pasar ekspor adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan, tapi harus dibarengi dengan penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan berkelanjutan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pemkab Didorong Beri Pelatihan Ekspor untuk UMKM Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 November 2025 pukul 19:05 WITA

    Produk Kerajinan Berau. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau masih menghadapi beberapa tantangan dalam menembus pasar ekspor. Salah satu kendala utama adalah minimnya pengetahuan terkait strategi pemasaran dan prosedur ekspor.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, pun menyoroti perlunya peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat bersaing di pasar global.

    "Banyak pelaku UMKM yang belum memahami cara mengekspor produk mereka, padahal potensi yang dimiliki cukup besar," ujar Kumalasari.

    Ia pun mencontohkan sejumlah produk kerajinan tangan, seperti tas rotan, yang memiliki keunikan khas Berau. Dimana, produk-produk tersebut dinilai layak dipasarkan ke luar negeri jika didukung peningkatan kualitas dan pemenuhan standar ekspor.

    "Pemerintah daerah harus aktif memberikan pendampingan dan pelatihan. Dengan begitu, pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan menembus pasar internasional," ujar Sri Kumalasari.

    Oleh sebab itu, dirinya menilai pembinaan yang menyeluruh terhadap UMKM ini penting mencakup pemahaman kualitas produk, sertifikasi, hingga mekanisme ekspor.

    "Produk UMKM tidak hanya perlu menarik secara estetika, tetapi juga harus memenuhi standar internasional agar dapat bersaing," jelasnya.

    Terakhir, Sri Kumalasari berharap pengembangan UMKM berbasis ekspor dapat menjadi program prioritas pemerintah daerah. Sebab, ia menilai potensi di Berau sangat besar, namun masih banyak yang belum tergarap maksimal karena kurangnya pendampingan.

    "Pasar ekspor adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan, tapi harus dibarengi dengan penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan berkelanjutan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)