DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pembangunan Kota Dinilai Tak Mendesak, DPRD Soroti Kebutuhan Pedalaman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Mei 2026 pukul 12:34 WITA

    Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Gideon Andris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Gideon Andris menekankan perlunya pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dibandingkan proyek memperindah kota.

    Menurut Gideon, skala prioritas dalam APBD perlu dievaluasi agar pembangunan lebih berpihak pada daerah yang masih tertinggal, khususnya di Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.

    "Bukannya pembangunan di kota tidak penting, tapi kalau konsepnya hanya memperindah, mungkin kita stop dulu. Kita fokus ke infrastruktur dasar di kecamatan-kecamatan, terutama Kelay dan Segah yang sangat membutuhkan perhatian," ujar Gideon.

    Ia pun menekankan pemerataan pembangunan harus menjadi prinsip utama, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

    "Banyak kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman yang masih belum terpenuhi, termasuk akses jalan, fasilitas pendidikan dan jaringan internet," tuturnya.

    Sementara itu, menurutnya keterbatasan akses internet di pedalaman dapat menghambat perkembangan wawasan masyarakat di era digital, sehingga akses pendidikan dan informasi juga menjadi prioritas penting.

    "Kita minta pemerataan diprioritaskan. Jangan sampai daerah yang sudah terjangkau terus ditambah, sementara di sana masih banyak kebutuhan infrastruktur dasar yang harus dipenuhi," katanya.

    Ia juga menilai pembangunan di pedalaman seharusnya tidak hanya berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek layanan dasar masyarakat, seperti kesehatan dan pendidikan agar dampaknya lebih menyeluruh.

    "Kalau kita bicara pemerataan, bukan hanya jalan yang dibangun, tapi juga layanan dasar harus ikut dipastikan hadir di sana. Itu yang paling penting," ujarnya.

    Selain itu, Gideon juga menyoroti kondisi beberapa wilayah di Dapil IV. Meski Tabalar menunjukkan perkembangan positif dengan status kampung mandiri, ia menilai wilayah Kelay masih jauh tertinggal dalam hal infrastruktur dasar.

    "Walaupun sekarang efisiensi anggaran, kalau berbicara masalah pemerataan saya minta itu sangat diprioritaskan," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pembangunan Kota Dinilai Tak Mendesak, DPRD Soroti Kebutuhan Pedalaman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Mei 2026 pukul 12:34 WITA

    Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Gideon Andris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Gideon Andris menekankan perlunya pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dibandingkan proyek memperindah kota.

    Menurut Gideon, skala prioritas dalam APBD perlu dievaluasi agar pembangunan lebih berpihak pada daerah yang masih tertinggal, khususnya di Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.

    "Bukannya pembangunan di kota tidak penting, tapi kalau konsepnya hanya memperindah, mungkin kita stop dulu. Kita fokus ke infrastruktur dasar di kecamatan-kecamatan, terutama Kelay dan Segah yang sangat membutuhkan perhatian," ujar Gideon.

    Ia pun menekankan pemerataan pembangunan harus menjadi prinsip utama, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

    "Banyak kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman yang masih belum terpenuhi, termasuk akses jalan, fasilitas pendidikan dan jaringan internet," tuturnya.

    Sementara itu, menurutnya keterbatasan akses internet di pedalaman dapat menghambat perkembangan wawasan masyarakat di era digital, sehingga akses pendidikan dan informasi juga menjadi prioritas penting.

    "Kita minta pemerataan diprioritaskan. Jangan sampai daerah yang sudah terjangkau terus ditambah, sementara di sana masih banyak kebutuhan infrastruktur dasar yang harus dipenuhi," katanya.

    Ia juga menilai pembangunan di pedalaman seharusnya tidak hanya berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek layanan dasar masyarakat, seperti kesehatan dan pendidikan agar dampaknya lebih menyeluruh.

    "Kalau kita bicara pemerataan, bukan hanya jalan yang dibangun, tapi juga layanan dasar harus ikut dipastikan hadir di sana. Itu yang paling penting," ujarnya.

    Selain itu, Gideon juga menyoroti kondisi beberapa wilayah di Dapil IV. Meski Tabalar menunjukkan perkembangan positif dengan status kampung mandiri, ia menilai wilayah Kelay masih jauh tertinggal dalam hal infrastruktur dasar.

    "Walaupun sekarang efisiensi anggaran, kalau berbicara masalah pemerataan saya minta itu sangat diprioritaskan," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)