DPRD Kabupaten Berau

    Pasar Ekspor Terbuka, Kakao Jadi Peluang Menjanjikan di Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    22 Maret 2026 11:35 WIB

    Perkebunan kakao di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kakao sebagai komoditas perkebunan unggulan.

    Permintaan kakao berkualitas di pasar global, khususnya di negara-negara Eropa menjadi dorongan utama bagi warga dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi ini.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari menekankan pengembangan kakao tidak hanya bermanfaat untuk pasar domestik, tetapi juga memiliki prospek ekspor yang luas.

    "Kakao memiliki prospek cerah karena tidak hanya diminati di pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar menembus pasar ekspor," ujar Sri.

    Ia pun menyebut negara-negara seperti Prancis dan Italia memiliki permintaan tinggi terhadap kakao berkualitas, sehingga peluang ini sangat layak dimanfaatkan oleh masyarakat Berau untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

    "Kabupaten Berau sendiri memiliki lahan yang cukup luas untuk budidaya kakao dan jika dikelola dengan baik, komoditas ini bisa menjadi sumber ekonomi baru, terutama bagi warga kampung," tuturnya.

    Ia pun menekankan pentingnya diversifikasi komoditas perkebunan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha tani.

    "Kalau peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sektor perkebunan kita akan semakin variatif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," jelasnya.

    Ia juga mendorong peran pemerintah kampung sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    "Masih banyak warga yang belum mengetahui potensi besar kakao serta berbagai dukungan program pemerintah. Pemerintah kampung harus aktif menjadi jembatan informasi kepada masyarakat," tuturnya.

    Sri menegaskan pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan perlu terus melakukan pembinaan kepada petani, mulai dari pendampingan teknis budi daya hingga peningkatan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Pembinaan dari Dinas Perkebunan sudah berjalan dan perlu dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan dukungan pemerintah serta keterlibatan aktif warga, pengembangan kakao di Berau dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Pasar Ekspor Terbuka, Kakao Jadi Peluang Menjanjikan di Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    22 Maret 2026 11:35 WIB

    Perkebunan kakao di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kakao sebagai komoditas perkebunan unggulan.

    Permintaan kakao berkualitas di pasar global, khususnya di negara-negara Eropa menjadi dorongan utama bagi warga dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi ini.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari menekankan pengembangan kakao tidak hanya bermanfaat untuk pasar domestik, tetapi juga memiliki prospek ekspor yang luas.

    "Kakao memiliki prospek cerah karena tidak hanya diminati di pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar menembus pasar ekspor," ujar Sri.

    Ia pun menyebut negara-negara seperti Prancis dan Italia memiliki permintaan tinggi terhadap kakao berkualitas, sehingga peluang ini sangat layak dimanfaatkan oleh masyarakat Berau untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

    "Kabupaten Berau sendiri memiliki lahan yang cukup luas untuk budidaya kakao dan jika dikelola dengan baik, komoditas ini bisa menjadi sumber ekonomi baru, terutama bagi warga kampung," tuturnya.

    Ia pun menekankan pentingnya diversifikasi komoditas perkebunan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha tani.

    "Kalau peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sektor perkebunan kita akan semakin variatif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," jelasnya.

    Ia juga mendorong peran pemerintah kampung sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    "Masih banyak warga yang belum mengetahui potensi besar kakao serta berbagai dukungan program pemerintah. Pemerintah kampung harus aktif menjadi jembatan informasi kepada masyarakat," tuturnya.

    Sri menegaskan pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan perlu terus melakukan pembinaan kepada petani, mulai dari pendampingan teknis budi daya hingga peningkatan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Pembinaan dari Dinas Perkebunan sudah berjalan dan perlu dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan dukungan pemerintah serta keterlibatan aktif warga, pengembangan kakao di Berau dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)