DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pantai Derawan Tertutup Resort, Ketua DPRD Berau Minta Penataan dan Regulasi Pembangunan Diperketat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    12 Februari 2026 pukul 11:05 WITA

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto saat memberi tanggapan di Musrenbang Tingkat Kecamatan Pulau Derawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyoroti kondisi kawasan wisata Pulau Derawan yang kini banyak ditutupi bangunan resort.

    Ia meminta pemerintah daerah segera menata ulang pulau tersebut agar tetap nyaman bagi wisatawan. Hal ini menyusul semakin terbatasnya akses pantai akibat pembangunan resort di sepanjang pesisir

    Hal tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pulau Derawan di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Rabu (11/2/2026).

    Ia mengatakan Pulau Derawan merupakan salah satu ikon pariwisata Berau yang sudah dikenal hingga tingkat nasional. Namun, menyoroti pembangunan yang kurang terkontrol saat ini justru menurunkan daya tarik pulau tersebut.

    "Awal mula objek wisata yang dikenal di Berau itu ialah Pulau Derawan. Pulau ini sudah dikenal secara nasional. Tapi sekarang saya lihat sudah tidak tertata," ujar Dedy.

    Ia pun menekankan pentingnya regulasi yang jelas terkait pembangunan resort di sepanjang pesisir dan meminta penataan lebih serius agar pantai berpasir putih tidak tertutup dan akses wisatawan tetap terbuka.

    "Saya lihat sudah tidak ada lagi tempat-tempat kita bisa jalan. Pasir putihnya tertutup oleh resort-resort yang ke laut. Ini harus dibatasi. Pemerintah daerah harus membuat aturan membatasi itu dulu," tegasnya.

    Ia menyebut bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika wisatawan bisa mengelilingi Pulau Derawan dengan bebas menikmati keindahan pantai.

    "Dulu kita bisa keliling Derawan menikmati pulau, tapi sekarang tertutup banyak bangunan. Ini harus dikaji, karena Pulau Derawan merupakan objek wisata andalan kita," tuturnya.

    Oleh karena itu, Dedy mendorong dinas terkait untuk segera melakukan kajian menyeluruh dan menyusun aturan yang jelas. Tujuannya agar pembangunan di Pulau Derawan lebih terkontrol dan tetap menarik bagi wisatawan.

    "Tolong diperhatikan penataannya. Jangan diizinkan membangun resort sembarangan. Ini harus dikaji dan ditata supaya lebih bagus dan lebih enak kita berkunjung ke sana," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Pantai Derawan Tertutup Resort, Ketua DPRD Berau Minta Penataan dan Regulasi Pembangunan Diperketat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    12 Februari 2026 pukul 11:05 WITA

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto saat memberi tanggapan di Musrenbang Tingkat Kecamatan Pulau Derawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyoroti kondisi kawasan wisata Pulau Derawan yang kini banyak ditutupi bangunan resort.

    Ia meminta pemerintah daerah segera menata ulang pulau tersebut agar tetap nyaman bagi wisatawan. Hal ini menyusul semakin terbatasnya akses pantai akibat pembangunan resort di sepanjang pesisir

    Hal tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pulau Derawan di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Rabu (11/2/2026).

    Ia mengatakan Pulau Derawan merupakan salah satu ikon pariwisata Berau yang sudah dikenal hingga tingkat nasional. Namun, menyoroti pembangunan yang kurang terkontrol saat ini justru menurunkan daya tarik pulau tersebut.

    "Awal mula objek wisata yang dikenal di Berau itu ialah Pulau Derawan. Pulau ini sudah dikenal secara nasional. Tapi sekarang saya lihat sudah tidak tertata," ujar Dedy.

    Ia pun menekankan pentingnya regulasi yang jelas terkait pembangunan resort di sepanjang pesisir dan meminta penataan lebih serius agar pantai berpasir putih tidak tertutup dan akses wisatawan tetap terbuka.

    "Saya lihat sudah tidak ada lagi tempat-tempat kita bisa jalan. Pasir putihnya tertutup oleh resort-resort yang ke laut. Ini harus dibatasi. Pemerintah daerah harus membuat aturan membatasi itu dulu," tegasnya.

    Ia menyebut bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika wisatawan bisa mengelilingi Pulau Derawan dengan bebas menikmati keindahan pantai.

    "Dulu kita bisa keliling Derawan menikmati pulau, tapi sekarang tertutup banyak bangunan. Ini harus dikaji, karena Pulau Derawan merupakan objek wisata andalan kita," tuturnya.

    Oleh karena itu, Dedy mendorong dinas terkait untuk segera melakukan kajian menyeluruh dan menyusun aturan yang jelas. Tujuannya agar pembangunan di Pulau Derawan lebih terkontrol dan tetap menarik bagi wisatawan.

    "Tolong diperhatikan penataannya. Jangan diizinkan membangun resort sembarangan. Ini harus dikaji dan ditata supaya lebih bagus dan lebih enak kita berkunjung ke sana," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)