DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Maraknya Kasus Asusila di Bawah Umur, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Edukasi Seksual

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Februari 2026 pukul 18:17 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Banyak anak-anak kembali menjadi korban dalam kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Berau.

    Kondisi tersebut mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau yang menilai perlunya penguatan edukasi seksual sejak dini sebagai langkah pencegahan.

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur. Ia menilai sebagian besar kasus terjadi karena korban tidak memahami batasan tubuh serta adanya tekanan dan ancaman dari pelaku yang umumnya merupakan orang terdekat.

    "Ini sangat memprihatinkan. Anak seharusnya mendapatkan perlindungan, bukan malah menjadi korban dari perbuatan yang merusak masa depan mereka," ujar Elita.

    Ia menegaskan dampak kasus asusila terhadap anak tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi mental dan psikologis korban dalam jangka panjang.

    Oleh karena itu edukasi seksual perlu diberikan secara bertahap dan sesuai usia, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan pemahaman yang baik, anak diharapkan mampu mengenali tindakan yang tidak pantas dan berani melapor kepada pihak yang dipercaya.

    "Edukasi seksual penting agar anak memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tahu harus berbuat apa jika menghadapi situasi berbahaya," jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan edukasi kepada anak, mengingat waktu anak lebih banyak di rumah dan pada orang tuanya. Ia menyebut anggapan tabu terhadap pendidikan seksual justru dapat membuat anak rentan menjadi korban.

    "Orang tua harus berperan aktif. Jangan menganggap edukasi seksual sebagai hal tabu, karena perlindungan anak dimulai dari keluarga," tuturnya.

    Ia berharap melalui kerja sama antara orang tua, sekolah dan pemerintah daerah, kasus asusila terhadap anak di Berau dapat dicegah dan diminimalisir di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Maraknya Kasus Asusila di Bawah Umur, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Edukasi Seksual

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Februari 2026 pukul 18:17 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Banyak anak-anak kembali menjadi korban dalam kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Berau.

    Kondisi tersebut mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau yang menilai perlunya penguatan edukasi seksual sejak dini sebagai langkah pencegahan.

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur. Ia menilai sebagian besar kasus terjadi karena korban tidak memahami batasan tubuh serta adanya tekanan dan ancaman dari pelaku yang umumnya merupakan orang terdekat.

    "Ini sangat memprihatinkan. Anak seharusnya mendapatkan perlindungan, bukan malah menjadi korban dari perbuatan yang merusak masa depan mereka," ujar Elita.

    Ia menegaskan dampak kasus asusila terhadap anak tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi mental dan psikologis korban dalam jangka panjang.

    Oleh karena itu edukasi seksual perlu diberikan secara bertahap dan sesuai usia, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan pemahaman yang baik, anak diharapkan mampu mengenali tindakan yang tidak pantas dan berani melapor kepada pihak yang dipercaya.

    "Edukasi seksual penting agar anak memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tahu harus berbuat apa jika menghadapi situasi berbahaya," jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan edukasi kepada anak, mengingat waktu anak lebih banyak di rumah dan pada orang tuanya. Ia menyebut anggapan tabu terhadap pendidikan seksual justru dapat membuat anak rentan menjadi korban.

    "Orang tua harus berperan aktif. Jangan menganggap edukasi seksual sebagai hal tabu, karena perlindungan anak dimulai dari keluarga," tuturnya.

    Ia berharap melalui kerja sama antara orang tua, sekolah dan pemerintah daerah, kasus asusila terhadap anak di Berau dapat dicegah dan diminimalisir di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Lo)