Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang libur Idulfitri 2026, kawasan wisata Mangrove Tanjung Batu kembali dibuka dan siap menjadi tempat singgah bagi wisatawan yang menunggu kapal ke Pulau Derawan maupun Pulau Maratua.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Berau, Sri Kumalasari mengatakan pembukaan kembali kawasan ini memberikan alternatif wisata sekaligus edukasi lingkungan bagi pengunjung.
"Waktu menunggu kapal ke Derawan atau Maratua bisa dimanfaatkan dengan berkunjung ke Mangrove Tanjung Batu. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa belajar tentang fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dan habitat berbagai biota," ujar Sri Kumalasari.
Ia menilai momentum libur lebaran yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan dengan menghadirkan pilihan destinasi tambahan di wilayah pesisir
Diketahui, kawasan mangrove sempat ditutup lebih dari dua tahun karena kerusakan selasar kayu yang lapuk. Program revitalisasi pemerintah daerah pada 2024-2025 memperpanjang jalur selasar hingga dekat bibir laut dan menambahkan titik spot foto yang menghadap panorama laut dan gugusan pulau Derawan.
"Jika dikelola dengan baik, kawasan ini bukan hanya jadi tempat singgah wisatawan, tapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk olahan dan kerajinan khas," tuturnya.
Meski demikian, dirinya mengatakan bahwa pengelolaan kawasan harus tetap menjaga keseimbangan antara wisata dan konservasi. Sehingga, ia menekankan agar jangan sampai wisata berkembang tetapi ekosistemnya rusak.
Sri Kumalasari pun berharap dengan pengelolaan yang tepat, Mangrove Tanjung Batu tidak hanya menjadi tempat bersantai, tapi juga sarana edukasi dan penggerak ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir
"Wisata boleh berkembang, tapi ekosistem mangrove harus dijaga. Pengelolaannya harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar ekowisata bisa berjalan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang libur Idulfitri 2026, kawasan wisata Mangrove Tanjung Batu kembali dibuka dan siap menjadi tempat singgah bagi wisatawan yang menunggu kapal ke Pulau Derawan maupun Pulau Maratua.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Berau, Sri Kumalasari mengatakan pembukaan kembali kawasan ini memberikan alternatif wisata sekaligus edukasi lingkungan bagi pengunjung.
"Waktu menunggu kapal ke Derawan atau Maratua bisa dimanfaatkan dengan berkunjung ke Mangrove Tanjung Batu. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa belajar tentang fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dan habitat berbagai biota," ujar Sri Kumalasari.
Ia menilai momentum libur lebaran yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan dengan menghadirkan pilihan destinasi tambahan di wilayah pesisir
Diketahui, kawasan mangrove sempat ditutup lebih dari dua tahun karena kerusakan selasar kayu yang lapuk. Program revitalisasi pemerintah daerah pada 2024-2025 memperpanjang jalur selasar hingga dekat bibir laut dan menambahkan titik spot foto yang menghadap panorama laut dan gugusan pulau Derawan.
"Jika dikelola dengan baik, kawasan ini bukan hanya jadi tempat singgah wisatawan, tapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk olahan dan kerajinan khas," tuturnya.
Meski demikian, dirinya mengatakan bahwa pengelolaan kawasan harus tetap menjaga keseimbangan antara wisata dan konservasi. Sehingga, ia menekankan agar jangan sampai wisata berkembang tetapi ekosistemnya rusak.
Sri Kumalasari pun berharap dengan pengelolaan yang tepat, Mangrove Tanjung Batu tidak hanya menjadi tempat bersantai, tapi juga sarana edukasi dan penggerak ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir
"Wisata boleh berkembang, tapi ekosistem mangrove harus dijaga. Pengelolaannya harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar ekowisata bisa berjalan berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)