Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mendorong pemerintah daerah untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap sektor batu bara dengan menggali potensi ekonomi lainnya, khususnya di sektor perkebunan sawit.
Menurutnya, pendapatan daerah dari pengelolaan sektor batu bara saat ini mulai mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Pemerintahan daerah, yang mana bagian ekonomi secara umum, saat ini harus sadar pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dari batu bara mulai mengalami penurunan pendapatan bagi daerah," ujar Subroto.
Ia menyebutkan bahwa, sektor perkebunan salah satunya sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui konsep hilirisasi crude palm oil (CPO). Dengan konsep tersebut, hasil perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk siap pakai.
"Saya harap pemerintahan daerah mampu menggali berbagai potensi lainnya seperti di sektor perkebunan," katanya.
Selain itu, dirinya menilai pengembangan kawasan industri hilirisasi CPO dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sektor tambang yang bersifat tidak terbarukan.
"Kalau hilirisasi ini berjalan, maka manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha lokal karena akan tercipta perputaran ekonomi baru di daerah," tuturnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan atau zona industri khusus hilirisasi CPO dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Perkebunan dimaksud seperti sawit, maka konsep ke depan adalah hilirisasi CPO, adalah jalan keluar dengan menetapkan zona atau kawasan khusus industri," ujarnya.
Subroto pun menyampaikan bahwa pengolahan CPO menjadi produk turunan akan memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dibanding hanya menjual hasil mentah.
"Pengelolaan CPO menjadi produk yang siap pakai di Berau akan menaikkan PAD dan juga penyerapan tenaga kerja," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mendorong pemerintah daerah untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap sektor batu bara dengan menggali potensi ekonomi lainnya, khususnya di sektor perkebunan sawit.
Menurutnya, pendapatan daerah dari pengelolaan sektor batu bara saat ini mulai mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Pemerintahan daerah, yang mana bagian ekonomi secara umum, saat ini harus sadar pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dari batu bara mulai mengalami penurunan pendapatan bagi daerah," ujar Subroto.
Ia menyebutkan bahwa, sektor perkebunan salah satunya sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui konsep hilirisasi crude palm oil (CPO). Dengan konsep tersebut, hasil perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk siap pakai.
"Saya harap pemerintahan daerah mampu menggali berbagai potensi lainnya seperti di sektor perkebunan," katanya.
Selain itu, dirinya menilai pengembangan kawasan industri hilirisasi CPO dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sektor tambang yang bersifat tidak terbarukan.
"Kalau hilirisasi ini berjalan, maka manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha lokal karena akan tercipta perputaran ekonomi baru di daerah," tuturnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan atau zona industri khusus hilirisasi CPO dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Perkebunan dimaksud seperti sawit, maka konsep ke depan adalah hilirisasi CPO, adalah jalan keluar dengan menetapkan zona atau kawasan khusus industri," ujarnya.
Subroto pun menyampaikan bahwa pengolahan CPO menjadi produk turunan akan memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dibanding hanya menjual hasil mentah.
"Pengelolaan CPO menjadi produk yang siap pakai di Berau akan menaikkan PAD dan juga penyerapan tenaga kerja," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)