DPRD Kabupaten Berau

    Kopi Lokal Berau Berpotensi Jadi Komoditas Unggulan Daerah

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    15 Maret 2026 12:39 WIB

    Ilustrasi kopi. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Komoditas kopi lokal di Kabupaten Berau dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor perkebunan unggulan. 

    Namun upaya pengembangannya masih memerlukan perhatian dan pengelolaan yang lebih optimal, terutama dalam hal pembinaan petani.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah menilai kopi dari beberapa wilayah di Berau memiliki karakter cita rasa yang khas. Kondisi tersebut menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi Berau ke pasar yang lebih luas.

    "Beberapa wilayah di Berau memiliki kopi dengan cita rasa yang khas. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan agar kopi lokal kita semakin dikenal," ujar Suriansyah.

    Ia menjelaskan pengembangan komoditas kopi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para petani di tingkat kampung. 

    "Diperlukan langkah yang lebih serius agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan," katanya.

    Ia menyebut salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani. Keberadaan kelompok tani dinilai penting untuk memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan serta program pembinaan.

    "Dengan adanya kelompok tani, pemerintah akan lebih mudah melakukan pembinaan maupun memberikan dukungan kepada para petani," tuturnya.

    Ia juga menekankan perlunya dukungan sarana dan prasarana produksi untuk menunjang pengembangan kopi di daerah. Fasilitas seperti alat pengolahan, tempat pengeringan, hingga peralatan roasting dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas hasil produksi petani.

    Kini sejumlah kedai kopi di Berau masih mengandalkan pasokan biji kopi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi.

    "Jika produksi kopi lokal bisa ditingkatkan, tentu akan memberikan manfaat bagi petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah," tambahnya.

    Suriansyah pun berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui berbagai program pembinaan serta kerja sama dengan berbagai pihak.

    "Apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan, kopi Berau memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan di masa mendatang," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Kopi Lokal Berau Berpotensi Jadi Komoditas Unggulan Daerah

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    15 Maret 2026 12:39 WIB

    Ilustrasi kopi. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Komoditas kopi lokal di Kabupaten Berau dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor perkebunan unggulan. 

    Namun upaya pengembangannya masih memerlukan perhatian dan pengelolaan yang lebih optimal, terutama dalam hal pembinaan petani.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah menilai kopi dari beberapa wilayah di Berau memiliki karakter cita rasa yang khas. Kondisi tersebut menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi Berau ke pasar yang lebih luas.

    "Beberapa wilayah di Berau memiliki kopi dengan cita rasa yang khas. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan agar kopi lokal kita semakin dikenal," ujar Suriansyah.

    Ia menjelaskan pengembangan komoditas kopi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para petani di tingkat kampung. 

    "Diperlukan langkah yang lebih serius agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan," katanya.

    Ia menyebut salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani. Keberadaan kelompok tani dinilai penting untuk memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan serta program pembinaan.

    "Dengan adanya kelompok tani, pemerintah akan lebih mudah melakukan pembinaan maupun memberikan dukungan kepada para petani," tuturnya.

    Ia juga menekankan perlunya dukungan sarana dan prasarana produksi untuk menunjang pengembangan kopi di daerah. Fasilitas seperti alat pengolahan, tempat pengeringan, hingga peralatan roasting dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas hasil produksi petani.

    Kini sejumlah kedai kopi di Berau masih mengandalkan pasokan biji kopi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi.

    "Jika produksi kopi lokal bisa ditingkatkan, tentu akan memberikan manfaat bagi petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah," tambahnya.

    Suriansyah pun berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui berbagai program pembinaan serta kerja sama dengan berbagai pihak.

    "Apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan, kopi Berau memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan di masa mendatang," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)