DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Koperasi Merah Putih Berpotensi Perkuat Ekonomi Desa dan Saingi Ritel Modern

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 23:51 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga sebagai pesaing baru bagi jaringan ritel nasional yang selama ini mendominasi hingga ke wilayah pelosok.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menyebut konsep koperasi yang direncanakan pemerintah menyimpan peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa, asalkan dikelola secara serius dan kreatif.

    “Konsepnya tidak sederhana. Koperasi ini bisa dilengkapi berbagai fasilitas seperti toko, tempat istirahat, hingga warung kopi. Bahkan berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ungkap Sutami.

    Menurutnya, di sejumlah kawasan pesisir, akses terhadap ritel modern masih terbatas. Sehingga kondisi ini membuka ruang bagi Koperasi Merah Putih untuk hadir sebagai solusi sekaligus pilihan alternatif bagi masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan seperti musim liburan.

    Ia menyebut dukungan dari pemerintah pusat juga cukup kuat. Pemerintah daerah diminta untuk menyediakan lahan di setiap kampung sebagai basis operasional koperasi, dengan luas yang disarankan sekitar 20x30 meter hingga 30x30 meter.

    "Dengan dukungan lahan tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat layanan masyarakat," tambahnya.

    Dirinya menilai fungsi dari program tersebut bisa meluas, mulai dari tempat singgah bagi pengguna jalan hingga membuka usaha baru seperti penginapan sederhana. Selain itu koperasi juga berpotensi menjadi penghubung dalam distribusi hasil produksi masyarakat, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha lokal.

    "Koperasi dapat menampung hasil tangkapan nelayan, kemudian menyalurkannya kembali ke pasar. Bahkan ke depan bisa dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata desa," tuturnya.

    Ia menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

    "Kalau pola pikir pengelolanya belum berkembang, koperasi ini hanya akan berjalan seperti usaha biasa. Padahal peluang pengembangannya sangat luas," jelasnya.

    Sutami pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara maksimal, ia optimis bila program tersebut dikelola secara serius mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus menghadirkan persaingan yang lebih seimbang dengan ritel besar.

    "Kesempatannya sangat besar. Tinggal bagaimana pengelolaannya agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Koperasi Merah Putih Berpotensi Perkuat Ekonomi Desa dan Saingi Ritel Modern

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 23:51 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga sebagai pesaing baru bagi jaringan ritel nasional yang selama ini mendominasi hingga ke wilayah pelosok.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menyebut konsep koperasi yang direncanakan pemerintah menyimpan peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa, asalkan dikelola secara serius dan kreatif.

    “Konsepnya tidak sederhana. Koperasi ini bisa dilengkapi berbagai fasilitas seperti toko, tempat istirahat, hingga warung kopi. Bahkan berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ungkap Sutami.

    Menurutnya, di sejumlah kawasan pesisir, akses terhadap ritel modern masih terbatas. Sehingga kondisi ini membuka ruang bagi Koperasi Merah Putih untuk hadir sebagai solusi sekaligus pilihan alternatif bagi masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan seperti musim liburan.

    Ia menyebut dukungan dari pemerintah pusat juga cukup kuat. Pemerintah daerah diminta untuk menyediakan lahan di setiap kampung sebagai basis operasional koperasi, dengan luas yang disarankan sekitar 20x30 meter hingga 30x30 meter.

    "Dengan dukungan lahan tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat layanan masyarakat," tambahnya.

    Dirinya menilai fungsi dari program tersebut bisa meluas, mulai dari tempat singgah bagi pengguna jalan hingga membuka usaha baru seperti penginapan sederhana. Selain itu koperasi juga berpotensi menjadi penghubung dalam distribusi hasil produksi masyarakat, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha lokal.

    "Koperasi dapat menampung hasil tangkapan nelayan, kemudian menyalurkannya kembali ke pasar. Bahkan ke depan bisa dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata desa," tuturnya.

    Ia menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

    "Kalau pola pikir pengelolanya belum berkembang, koperasi ini hanya akan berjalan seperti usaha biasa. Padahal peluang pengembangannya sangat luas," jelasnya.

    Sutami pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara maksimal, ia optimis bila program tersebut dikelola secara serius mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus menghadirkan persaingan yang lebih seimbang dengan ritel besar.

    "Kesempatannya sangat besar. Tinggal bagaimana pengelolaannya agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)