DPRD Kabupaten Berau

    Ketua DPRD Berau Soroti Sistem Drainase yang Belum Optimal

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    07 April 2026 01:35 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto saat Musrenbang RKPD tahun 2027, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyoroti persoalan sistem drainase perkotaan yang dinilai belum berfungsi maksimal. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Musrenbang RKPD tahun 2027,  di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb, Selasa (7/4/2026).

    Sejumlah titik yang kerap terendam saat hujan yakni Jalan Murjani, Jalan Gatot Subroto, dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa aliran air saat hujan deras belum tertangani dengan baik.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa buruknya pengelolaan drainase menjadi salah satu penyebab utama banjir. Ia menyoroti kondisi gorong-gorong yang dinilai terlalu kecil dan mudah tersumbat, serta adanya parit yang ditutup sehingga air tidak mengalir ke saluran yang semestinya.

    "Banjir bukan hanya soal hujan deras. Banyak jalan yang dulunya tidak tergenang sekarang mulai terendam karena drainase tidak optimal. Setelah parit ditutup, air tidak masuk ke gorong-gorong. Ini jelas memperparah genangan," tuturnya.

    Ia pun menekankan perlunya peninjauan ulang ukuran dan kondisi saluran pembuangan, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase kota. Ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk turun langsung ke lapangan.

    "Lubangnya kecil, mudah tersumbat. Saluran pembuangan harus diperbesar agar aliran air lebih lancar. DPUPR harus lihat kondisi sebenarnya, identifikasi titik-titik rawan, dan jangan menunggu viral di media sosial baru bergerak. Penanganan drainase harus proaktif," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga mengimbau peran aktif seluruh pihak termasuk masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan menjaga kebersihan saluran air. Menurutnya, masih banyak ditemukan sampah yang dibuang ke parit sehingga memperparah penyumbatan drainase.

    "Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit atau drainase. Percuma kalau saluran sudah diperbaiki tapi masih tersumbat oleh sampah. Ini harus jadi perhatian bersama antara pemerintah dan warga," pungkasnya.

    Dedy menegaskan bahwa perbaikan drainase tidak bisa ditunda agar banjir tidak lagi menjadi masalah rutin di Berau.

    "Jangan menunggu ramai di media sosial baru bergerak. Harus ada langkah cepat dari dinas terkait," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Ketua DPRD Berau Soroti Sistem Drainase yang Belum Optimal

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    07 April 2026 01:35 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto saat Musrenbang RKPD tahun 2027, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyoroti persoalan sistem drainase perkotaan yang dinilai belum berfungsi maksimal. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Musrenbang RKPD tahun 2027,  di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb, Selasa (7/4/2026).

    Sejumlah titik yang kerap terendam saat hujan yakni Jalan Murjani, Jalan Gatot Subroto, dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa aliran air saat hujan deras belum tertangani dengan baik.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa buruknya pengelolaan drainase menjadi salah satu penyebab utama banjir. Ia menyoroti kondisi gorong-gorong yang dinilai terlalu kecil dan mudah tersumbat, serta adanya parit yang ditutup sehingga air tidak mengalir ke saluran yang semestinya.

    "Banjir bukan hanya soal hujan deras. Banyak jalan yang dulunya tidak tergenang sekarang mulai terendam karena drainase tidak optimal. Setelah parit ditutup, air tidak masuk ke gorong-gorong. Ini jelas memperparah genangan," tuturnya.

    Ia pun menekankan perlunya peninjauan ulang ukuran dan kondisi saluran pembuangan, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase kota. Ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk turun langsung ke lapangan.

    "Lubangnya kecil, mudah tersumbat. Saluran pembuangan harus diperbesar agar aliran air lebih lancar. DPUPR harus lihat kondisi sebenarnya, identifikasi titik-titik rawan, dan jangan menunggu viral di media sosial baru bergerak. Penanganan drainase harus proaktif," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga mengimbau peran aktif seluruh pihak termasuk masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan menjaga kebersihan saluran air. Menurutnya, masih banyak ditemukan sampah yang dibuang ke parit sehingga memperparah penyumbatan drainase.

    "Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit atau drainase. Percuma kalau saluran sudah diperbaiki tapi masih tersumbat oleh sampah. Ini harus jadi perhatian bersama antara pemerintah dan warga," pungkasnya.

    Dedy menegaskan bahwa perbaikan drainase tidak bisa ditunda agar banjir tidak lagi menjadi masalah rutin di Berau.

    "Jangan menunggu ramai di media sosial baru bergerak. Harus ada langkah cepat dari dinas terkait," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)