DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Keluhan Antrean RSUD dr Abdul Rivai, DPRD Berau Dorong Rumah Sakit Berinovasi Lewat Teknologi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2025 pukul 17:01 WITA

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Mengenai permasalahan masyarakat mengeluhkan antrean panjang dan lambatnya pelayanan pasien BPJS di RSUD dr. Abdul Rivai. Hal ini pun menjadi sorotan serius DPRD Berau, khususnya Komisi I yang membidangi urusan pelayanan publik.

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai bahwa kendala pelayanan bukan hanya terkait tenaga medis, tetapi juga sistem yang masih manual dan belum optimal. Menurutnya, rumah sakit perlu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat proses administrasi dan layanan pasien.

    "Masalah antrean bukan hanya soal tenaga medis, tapi juga sistem. Sudah saatnya RSUD memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses administrasi dan pelayanan," ujar Abdul Waris.

    Ia pun menekankan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan. Ia menuntut agar manajemen RSUD memberikan pelayanan yang setara antara pasien BPJS dan pasien umum, tanpa diskriminasi maupun birokrasi berbelit.

    "Pelayanan kesehatan harus adil bagi semua. Jangan ada diskriminasi hanya karena status pasien berbeda," tegasnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung evaluasi sistem pelayanan rumah sakit, termasuk memperkuat koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan agar kendala yang terjadi di lapangan dapat segera diatasi.

    "Kalau ada kendala, jangan disembunyikan. Kami siap bahas bersama agar layanan benar-benar optimal," tambahnya.

    Waris pun berharap dengan adanya pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi, keluhan masyarakat yang sering muncul di setiap tahun ini dapat diakhiri, dan layanan kesehatan publik di RSUD dr. Abdul Rivai dapat menjadi lebih cepat dan transparan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Keluhan Antrean RSUD dr Abdul Rivai, DPRD Berau Dorong Rumah Sakit Berinovasi Lewat Teknologi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2025 pukul 17:01 WITA

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Mengenai permasalahan masyarakat mengeluhkan antrean panjang dan lambatnya pelayanan pasien BPJS di RSUD dr. Abdul Rivai. Hal ini pun menjadi sorotan serius DPRD Berau, khususnya Komisi I yang membidangi urusan pelayanan publik.

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai bahwa kendala pelayanan bukan hanya terkait tenaga medis, tetapi juga sistem yang masih manual dan belum optimal. Menurutnya, rumah sakit perlu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat proses administrasi dan layanan pasien.

    "Masalah antrean bukan hanya soal tenaga medis, tapi juga sistem. Sudah saatnya RSUD memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses administrasi dan pelayanan," ujar Abdul Waris.

    Ia pun menekankan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan. Ia menuntut agar manajemen RSUD memberikan pelayanan yang setara antara pasien BPJS dan pasien umum, tanpa diskriminasi maupun birokrasi berbelit.

    "Pelayanan kesehatan harus adil bagi semua. Jangan ada diskriminasi hanya karena status pasien berbeda," tegasnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung evaluasi sistem pelayanan rumah sakit, termasuk memperkuat koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan agar kendala yang terjadi di lapangan dapat segera diatasi.

    "Kalau ada kendala, jangan disembunyikan. Kami siap bahas bersama agar layanan benar-benar optimal," tambahnya.

    Waris pun berharap dengan adanya pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi, keluhan masyarakat yang sering muncul di setiap tahun ini dapat diakhiri, dan layanan kesehatan publik di RSUD dr. Abdul Rivai dapat menjadi lebih cepat dan transparan. (Adv)

    (Sf/Rs)