DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Kasus Pencurian Pelajar di Berau Disorot, DPRD Tekankan Peran Semua Pihak

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    28 Februari 2026 pukul 10:29 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Keterlibatan sejumlah pelajar SMP dalam kasus pencurian tembaga di Jalan Bujangga beberapa waktu lalu menuai perhatian serius dari Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Ia menilai kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai peristiwa kriminal biasa, melainkan cerminan persoalan pembinaan remaja yang perlu dibenahi bersama.

    Subroto mengatakan bahwa kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Namun ia menilai, persoalan utama bukan hanya soal pencurian, tetapi kenyataan bahwa pelakunya masih berstatus pelajar.

    "Ini bukan hanya kesalahan anak-anak semata. Ini tanggung jawab kita bersama, baik orang tua, sekolah, pemerintah, maupun lingkungan sekitar," ujarnya.

    Dirinya mengatakan, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh negatif. Karena itu, ia menekankan pentingnya bimbingan dan pengawasan yang konsisten dari lingkungan terdekat.

    "Anak-anak ini masih dalam tahap mencari jati diri. Kalau tidak diarahkan dengan baik, mereka bisa salah langkah. Karena itu, pendekatan yang kita lakukan harus lebih bijak dan mendidik," tegasnya.

    Selain itu, menurutnya penanganan anak yang berhadapan dengan hukum sebaiknya mengedepankan aspek pembinaan dan pendidikan, agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki diri.

    Ia juga mengingatkan peran keluarga sebagai garda terdepan dalam membentuk perilaku anak, khususnya dalam mengawasi aktivitas di luar jam sekolah. Sehingga, pihak sekolah pun diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi turut memperkuat pendidikan karakter.

    "Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Jangan sampai anak-anak pintar secara teori, tetapi lemah dalam pengendalian diri," katanya.

    Oleh karena itu, Subroto mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak wadah kegiatan positif bagi remaja, seperti olahraga, kesenian, hingga pelatihan keterampilan, agar energi mereka tersalurkan ke arah yang konstruktif.

    "Peristiwa ini harus menjadi refleksi kita bersama agar pembinaan generasi muda bisa dilakukan secara menyeluruh hingga berlanjutan dan tidak terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Kasus Pencurian Pelajar di Berau Disorot, DPRD Tekankan Peran Semua Pihak

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    28 Februari 2026 pukul 10:29 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Keterlibatan sejumlah pelajar SMP dalam kasus pencurian tembaga di Jalan Bujangga beberapa waktu lalu menuai perhatian serius dari Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Ia menilai kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai peristiwa kriminal biasa, melainkan cerminan persoalan pembinaan remaja yang perlu dibenahi bersama.

    Subroto mengatakan bahwa kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Namun ia menilai, persoalan utama bukan hanya soal pencurian, tetapi kenyataan bahwa pelakunya masih berstatus pelajar.

    "Ini bukan hanya kesalahan anak-anak semata. Ini tanggung jawab kita bersama, baik orang tua, sekolah, pemerintah, maupun lingkungan sekitar," ujarnya.

    Dirinya mengatakan, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh negatif. Karena itu, ia menekankan pentingnya bimbingan dan pengawasan yang konsisten dari lingkungan terdekat.

    "Anak-anak ini masih dalam tahap mencari jati diri. Kalau tidak diarahkan dengan baik, mereka bisa salah langkah. Karena itu, pendekatan yang kita lakukan harus lebih bijak dan mendidik," tegasnya.

    Selain itu, menurutnya penanganan anak yang berhadapan dengan hukum sebaiknya mengedepankan aspek pembinaan dan pendidikan, agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki diri.

    Ia juga mengingatkan peran keluarga sebagai garda terdepan dalam membentuk perilaku anak, khususnya dalam mengawasi aktivitas di luar jam sekolah. Sehingga, pihak sekolah pun diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi turut memperkuat pendidikan karakter.

    "Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Jangan sampai anak-anak pintar secara teori, tetapi lemah dalam pengendalian diri," katanya.

    Oleh karena itu, Subroto mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak wadah kegiatan positif bagi remaja, seperti olahraga, kesenian, hingga pelatihan keterampilan, agar energi mereka tersalurkan ke arah yang konstruktif.

    "Peristiwa ini harus menjadi refleksi kita bersama agar pembinaan generasi muda bisa dilakukan secara menyeluruh hingga berlanjutan dan tidak terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)