Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Upaya pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Polres Berau dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap, aparat mengamankan barang bukti dalam jumlah besar hingga mencapai 10 Kg, ini membuktikan Berau kian rentan menjadi jalur peredaran gelap narkoba.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman menilai kondisi tersebut sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan perlunya langkah konkret dan sistematis dalam menangani persoalan narkoba di daerah.
"Jumlah kasus yang terus muncul setiap bulan bahkan bukan satu atau dua saja, menunjukkan bahwa ini bukan persoalan biasa. Kita membutuhkan langkah yang lebih sistematis, bukan sekadar respons sesaat," ujar Rahman.
Ia menegaskan keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Berau menjadi kebutuhan yang mendesak. Guna memperkuat upaya penanganan narkoba yang lebih sistematis dan terintegrasi.
"BNNK bukan hanya simbol kehadiran negara, tetapi juga bagian penting dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika. Dengan lembaga yang khusus menangani, upaya pencegahan hingga penindakan bisa berjalan lebih maksimal," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti letak geografis Berau yang memiliki berbagai akses strategis, mulai dari jalur sungai, darat, hingga kawasan pesisir. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi jaringan narkotika untuk memanfaatkan wilayah ini sebagai jalur distribusi.
Oleh karena itu, ia menekankan penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk edukasi kepada masyarakat serta penguatan program pencegahan.
"Penindakan itu penting, tetapi harus dibarengi dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Ini akan lebih efektif jika didukung oleh lembaga yang memiliki struktur kerja dan program yang jelas," tambahnya.
Rahman pun mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam merealisasikan pembentukan BNNK di Berau, seiring dengan meningkatnya tingkat kerawanan peredaran narkoba.
"Kalau kita punya kelembagaan yang kuat, program yang terarah, serta koordinasi yang solid, maka upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba bisa benar-benar terwujud, bukan hanya sekadar wacana," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Upaya pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Polres Berau dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap, aparat mengamankan barang bukti dalam jumlah besar hingga mencapai 10 Kg, ini membuktikan Berau kian rentan menjadi jalur peredaran gelap narkoba.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman menilai kondisi tersebut sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan perlunya langkah konkret dan sistematis dalam menangani persoalan narkoba di daerah.
"Jumlah kasus yang terus muncul setiap bulan bahkan bukan satu atau dua saja, menunjukkan bahwa ini bukan persoalan biasa. Kita membutuhkan langkah yang lebih sistematis, bukan sekadar respons sesaat," ujar Rahman.
Ia menegaskan keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Berau menjadi kebutuhan yang mendesak. Guna memperkuat upaya penanganan narkoba yang lebih sistematis dan terintegrasi.
"BNNK bukan hanya simbol kehadiran negara, tetapi juga bagian penting dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkotika. Dengan lembaga yang khusus menangani, upaya pencegahan hingga penindakan bisa berjalan lebih maksimal," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti letak geografis Berau yang memiliki berbagai akses strategis, mulai dari jalur sungai, darat, hingga kawasan pesisir. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi jaringan narkotika untuk memanfaatkan wilayah ini sebagai jalur distribusi.
Oleh karena itu, ia menekankan penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk edukasi kepada masyarakat serta penguatan program pencegahan.
"Penindakan itu penting, tetapi harus dibarengi dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Ini akan lebih efektif jika didukung oleh lembaga yang memiliki struktur kerja dan program yang jelas," tambahnya.
Rahman pun mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam merealisasikan pembentukan BNNK di Berau, seiring dengan meningkatnya tingkat kerawanan peredaran narkoba.
"Kalau kita punya kelembagaan yang kuat, program yang terarah, serta koordinasi yang solid, maka upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba bisa benar-benar terwujud, bukan hanya sekadar wacana," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)