DPRD Kabupaten Berau

    Kasus Dugaan Asusila Libatkan Guru di Berau, DPRD Minta Penanganan Serius

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    06 Mei 2026 07:34 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum guru di Kabupaten Berau menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik.

    Sejumlah pihak menilai kasus ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng citra dunia pendidikan serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga pendidik.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan kasus tersebut harus ditangani secara serius dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

    "Kalau justru menyalahgunakan kepercayaan seperti ini, tentu sangat kami sesalkan dan tidak bisa ditoleransi. Guru itu seharusnya menjadi contoh, membimbing dan melindungi murid," ujar Dedy.

    Dirinya mendesak agar aparat penegak hukum dapat bekerja maksimal dalam memproses kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya kasus asusila terhadap anak tidak dapat di toleransi, dampaknya dapat sangat berpengaruh kepada kesehatan mental korbannya.

    "Pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal sebagai bentuk keadilan bagi korban sekaligus efek jera," tambahnya.

    Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kasus tersebut, termasuk memastikan perlindungan terhadap korban.

    "Penanganan kasus seperti ini harus dilakukan secara cepat, transparan dan berpihak pada korban," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya langkah evaluasi dari Dinas Pendidikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

    "Disdik harus proaktif, segera lakukan evaluasi dan pastikan lingkungan sekolah aman bagi anak-anak," katanya.

    Dedy pun mendorong penguatan pengawasan di lingkungan sekolah, peningkatan pembinaan terhadap tenaga pendidik, serta penyediaan saluran pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh siswa sebagai langkah pencegahan

    "Ini juga harus jadi perhatian kita bersama.
    Saya berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tandasnya. (Adv) 

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Kasus Dugaan Asusila Libatkan Guru di Berau, DPRD Minta Penanganan Serius

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    06 Mei 2026 07:34 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum guru di Kabupaten Berau menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik.

    Sejumlah pihak menilai kasus ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng citra dunia pendidikan serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga pendidik.

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan kasus tersebut harus ditangani secara serius dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

    "Kalau justru menyalahgunakan kepercayaan seperti ini, tentu sangat kami sesalkan dan tidak bisa ditoleransi. Guru itu seharusnya menjadi contoh, membimbing dan melindungi murid," ujar Dedy.

    Dirinya mendesak agar aparat penegak hukum dapat bekerja maksimal dalam memproses kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya kasus asusila terhadap anak tidak dapat di toleransi, dampaknya dapat sangat berpengaruh kepada kesehatan mental korbannya.

    "Pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal sebagai bentuk keadilan bagi korban sekaligus efek jera," tambahnya.

    Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kasus tersebut, termasuk memastikan perlindungan terhadap korban.

    "Penanganan kasus seperti ini harus dilakukan secara cepat, transparan dan berpihak pada korban," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya langkah evaluasi dari Dinas Pendidikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

    "Disdik harus proaktif, segera lakukan evaluasi dan pastikan lingkungan sekolah aman bagi anak-anak," katanya.

    Dedy pun mendorong penguatan pengawasan di lingkungan sekolah, peningkatan pembinaan terhadap tenaga pendidik, serta penyediaan saluran pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh siswa sebagai langkah pencegahan

    "Ini juga harus jadi perhatian kita bersama.
    Saya berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tandasnya. (Adv) 

    (Sf/Lo)