Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Pasar sanggam adji dilayas Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti terkait penguatan pengamanan terhadap pasokan pangan strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng. Dirinya khawatir bahwa gangguan di jalur distribusi dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga yang membebani masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan bahwa tidak hanya permainan harga oleh pedagang yang menjadi ancaman, tetapi juga risiko penimbunan barang dan kendala transportasi. Jika tidak diantisipasi, hal tersebut bisa membuat stok pangan tidak tersalurkan dengan baik menjelang puncak permintaan.
"Distribusi itu harus dijamin keamanannya agar stok tetap mengalir dan tidak ada oknum yang menahan barang demi keuntungan," kata Dedy.
Ia mengimbau pemerintah kabupaten, terutama OPD terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, untuk segera menyusun strategi pengamanan distribusi.
"Pemetaan titik rawan distribusi dan gudang strategis harus menjadi prioritas agar risiko penimbunan bisa ditekan," tuturnya.
Dirinya juga meminta agar aparat kepolisian dilibatkan lebih aktif dalam pengamanan jalur distribusi. Sebab, ia menilai peran polisi penting untuk memastikan bahwa pengiriman barang dari produsen ke konsumen tidak terganggu oleh praktik curang.
"Dengan keterlibatan kepolisian, kita bisa menjaga integritas rantai pasok. Tidak boleh ada celah bagi pihak yang mencoba mempermainkan stok," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Berau untuk turut terlibat. Sehingga, dirinya menegaskan bahwa laporan dari warga soal kelangkaan atau kenaikan harga sangat berharga untuk pemetaan masalah di lapangan.
"Masyarakat harus aktif melaporkan jika menemukan harga bahan pokok yang melonjak atau barang yang disimpan secara mencurigakan. Itu akan membantu kami mengambil tindakan lebih cepat," tambahnya.
Dedy pun optimis melalui penguatan pengamanan di gudang, pemantauan distribusi, serta sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga, Berau bisa menghadapi Nataru tanpa gejolak pasokan pangan.
"Saya berharap semua langkah antisipatif itu bisa mencegah krisis pangan dan menjaga kenyamanan masyarakat dalam merayakan liburan akhir tahun," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Pasar sanggam adji dilayas Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti terkait penguatan pengamanan terhadap pasokan pangan strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng. Dirinya khawatir bahwa gangguan di jalur distribusi dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga yang membebani masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan bahwa tidak hanya permainan harga oleh pedagang yang menjadi ancaman, tetapi juga risiko penimbunan barang dan kendala transportasi. Jika tidak diantisipasi, hal tersebut bisa membuat stok pangan tidak tersalurkan dengan baik menjelang puncak permintaan.
"Distribusi itu harus dijamin keamanannya agar stok tetap mengalir dan tidak ada oknum yang menahan barang demi keuntungan," kata Dedy.
Ia mengimbau pemerintah kabupaten, terutama OPD terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, untuk segera menyusun strategi pengamanan distribusi.
"Pemetaan titik rawan distribusi dan gudang strategis harus menjadi prioritas agar risiko penimbunan bisa ditekan," tuturnya.
Dirinya juga meminta agar aparat kepolisian dilibatkan lebih aktif dalam pengamanan jalur distribusi. Sebab, ia menilai peran polisi penting untuk memastikan bahwa pengiriman barang dari produsen ke konsumen tidak terganggu oleh praktik curang.
"Dengan keterlibatan kepolisian, kita bisa menjaga integritas rantai pasok. Tidak boleh ada celah bagi pihak yang mencoba mempermainkan stok," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Berau untuk turut terlibat. Sehingga, dirinya menegaskan bahwa laporan dari warga soal kelangkaan atau kenaikan harga sangat berharga untuk pemetaan masalah di lapangan.
"Masyarakat harus aktif melaporkan jika menemukan harga bahan pokok yang melonjak atau barang yang disimpan secara mencurigakan. Itu akan membantu kami mengambil tindakan lebih cepat," tambahnya.
Dedy pun optimis melalui penguatan pengamanan di gudang, pemantauan distribusi, serta sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga, Berau bisa menghadapi Nataru tanpa gejolak pasokan pangan.
"Saya berharap semua langkah antisipatif itu bisa mencegah krisis pangan dan menjaga kenyamanan masyarakat dalam merayakan liburan akhir tahun," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)