Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mengapresiasi dibukanya jalur lalu lintas laut yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tepatnya rute Kabupaten Berau menuju Pulau Tarakan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyebut pembukaan jalur tersebut merupakan langkah besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.
"Pembukaan jalur laut ini merupakan langkah besar dalam upaya konektivitas antara dua provinsi, khususnya antara Kabupaten Berau dan Tarakan," ujar Dedy.
Ia pun mengatakan, dengan kehadiran jalur ini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, terutama dari sektor pariwisata, kesehatan, dan ekonomi.
"Dari sektor pariwisata, wisatawan akan lebih mudah mengakses Berau. Di bidang kesehatan, masyarakat juga bisa berobat tanpa harus menempuh perjalanan yang panjang," tuturnya.
Selain itu, jalur laut ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi antar daerah. Dengan waktu tempuh speedboat yang relatif singkat, yakni sekitar 2 hingga 3 jam, mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.
"Dengan waktu tempuh yang relatif cepat, ini sangat membantu masyarakat dalam hal efisiensi waktu," tambahnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap jalur tersebut dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ini tetap berjalan lancar, jangan hanya sekali dibuka lalu hilang. Harus terus berlanjut," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para penumpang dalam operasional transportasi laut tersebut.
"Yang tidak kalah penting adalah tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang," katanya.
Kendati demikian, Dedy menekankan perlunya pengawasan dari instansi terkait guna mencegah potensi penyalahgunaan jalur tersebut, seperti masuknya barang terlarang.
"Kami juga mendorong dinas terkait untuk melakukan pengawasan agar jalur ini tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menjadi akses masuknya barang terlarang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mengapresiasi dibukanya jalur lalu lintas laut yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tepatnya rute Kabupaten Berau menuju Pulau Tarakan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyebut pembukaan jalur tersebut merupakan langkah besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.
"Pembukaan jalur laut ini merupakan langkah besar dalam upaya konektivitas antara dua provinsi, khususnya antara Kabupaten Berau dan Tarakan," ujar Dedy.
Ia pun mengatakan, dengan kehadiran jalur ini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, terutama dari sektor pariwisata, kesehatan, dan ekonomi.
"Dari sektor pariwisata, wisatawan akan lebih mudah mengakses Berau. Di bidang kesehatan, masyarakat juga bisa berobat tanpa harus menempuh perjalanan yang panjang," tuturnya.
Selain itu, jalur laut ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi antar daerah. Dengan waktu tempuh speedboat yang relatif singkat, yakni sekitar 2 hingga 3 jam, mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.
"Dengan waktu tempuh yang relatif cepat, ini sangat membantu masyarakat dalam hal efisiensi waktu," tambahnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap jalur tersebut dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ini tetap berjalan lancar, jangan hanya sekali dibuka lalu hilang. Harus terus berlanjut," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para penumpang dalam operasional transportasi laut tersebut.
"Yang tidak kalah penting adalah tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang," katanya.
Kendati demikian, Dedy menekankan perlunya pengawasan dari instansi terkait guna mencegah potensi penyalahgunaan jalur tersebut, seperti masuknya barang terlarang.
"Kami juga mendorong dinas terkait untuk melakukan pengawasan agar jalur ini tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menjadi akses masuknya barang terlarang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)