DPRD Kabupaten Berau

    Jaga Identitas Budaya, DPRD Berau Usulkan Rumah Adat Bajau Berdiri di atas Air

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    30 Maret 2026 12:47 WIB

    Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya pelestarian budaya masyarakat Bajau di Kabupaten Berau terus didorong. Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah mengusulkan agar pembangunan Rumah Adat Bajau dilakukan di atas air, menyesuaikan karakter kehidupan masyarakatnya yang lekat dengan laut.

    Menurut Liliansyah, laut bukan sekadar sumber penghidupan bagi masyarakat Bajau, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan spiritual mereka. Karena itu keberadaan rumah adat dinilai harus mencerminkan nilai-nilai tersebut.

    "Masyarakat Bajau itu hidupnya melekat dengan laut. Jadi rumah adatnya itu harus diusahakan dibangun di atas air," ujar Liliansyah.

    Ia menyebut berbagai kegiatan adat seperti pengobatan tradisional, mandi safar, hingga mag'jamu, semuanya memiliki keterkaitan erat dengan laut sebagai ruang utama.

    "Tapi sampai sekarang masyarakat Bajau di Berau belum memiliki rumah adat yang dapat digunakan sebagai pusat kegiatan budaya," tuturnya.

    Menurutnya kondisi ini berbanding terbalik dengan dua suku asli Berau lainnya seperti suku banua dan dayak, yang mana lebih dulu memiliki rumah adat sejak lama yang juga merupakan simbol identitas mereka. 

    "Jadi rumah adat untuk suku Bajau ini juga penting karena suku Bajau juga salah satu dari tiga suku asli Berau ," tambahnya.

    Ia mengungkap sempat menawarkan lahan pribadi untuk mendukung pembangunan tersebut. Namun ia menilai lokasi di darat tidak mencerminkan esensi kehidupan masyarakat Bajau.

    "Kalau mau dibangun di darat, sudah lama saya hibahkan tanah saya. Tapi esensinya bukan di situ. Kita maunya di pantai, di atas air, agar ruh adat orang laut ini tetap terjaga dan tidak hilang jati dirinya," tegasnya.

    Liliansyah pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret dalam merealisasikan pembangunan rumah adat tersebut dan menargetkan agar pembangunan Rumah Adat Bajau dapat terealisasi dalam waktu dekat

    "Mudah-mudahan Bupati bisa langsung merespons, tahun 2027 sudah bisa terwujud, agar masyarakat Bajau lebih mudah dalam melaksanakan adatnya. Bukan hanya sebagai identitas, tapi juga dapat menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Jaga Identitas Budaya, DPRD Berau Usulkan Rumah Adat Bajau Berdiri di atas Air

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    30 Maret 2026 12:47 WIB

    Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya pelestarian budaya masyarakat Bajau di Kabupaten Berau terus didorong. Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah mengusulkan agar pembangunan Rumah Adat Bajau dilakukan di atas air, menyesuaikan karakter kehidupan masyarakatnya yang lekat dengan laut.

    Menurut Liliansyah, laut bukan sekadar sumber penghidupan bagi masyarakat Bajau, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan spiritual mereka. Karena itu keberadaan rumah adat dinilai harus mencerminkan nilai-nilai tersebut.

    "Masyarakat Bajau itu hidupnya melekat dengan laut. Jadi rumah adatnya itu harus diusahakan dibangun di atas air," ujar Liliansyah.

    Ia menyebut berbagai kegiatan adat seperti pengobatan tradisional, mandi safar, hingga mag'jamu, semuanya memiliki keterkaitan erat dengan laut sebagai ruang utama.

    "Tapi sampai sekarang masyarakat Bajau di Berau belum memiliki rumah adat yang dapat digunakan sebagai pusat kegiatan budaya," tuturnya.

    Menurutnya kondisi ini berbanding terbalik dengan dua suku asli Berau lainnya seperti suku banua dan dayak, yang mana lebih dulu memiliki rumah adat sejak lama yang juga merupakan simbol identitas mereka. 

    "Jadi rumah adat untuk suku Bajau ini juga penting karena suku Bajau juga salah satu dari tiga suku asli Berau ," tambahnya.

    Ia mengungkap sempat menawarkan lahan pribadi untuk mendukung pembangunan tersebut. Namun ia menilai lokasi di darat tidak mencerminkan esensi kehidupan masyarakat Bajau.

    "Kalau mau dibangun di darat, sudah lama saya hibahkan tanah saya. Tapi esensinya bukan di situ. Kita maunya di pantai, di atas air, agar ruh adat orang laut ini tetap terjaga dan tidak hilang jati dirinya," tegasnya.

    Liliansyah pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret dalam merealisasikan pembangunan rumah adat tersebut dan menargetkan agar pembangunan Rumah Adat Bajau dapat terealisasi dalam waktu dekat

    "Mudah-mudahan Bupati bisa langsung merespons, tahun 2027 sudah bisa terwujud, agar masyarakat Bajau lebih mudah dalam melaksanakan adatnya. Bukan hanya sebagai identitas, tapi juga dapat menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)