DPRD Kabupaten Berau

    Insiden di Tempat Wisata Kembali Terjadi, DPRD Berau Tekankan Standar Keselamatan Wisatawan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    27 Maret 2026 11:33 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Seorang anak perempuan berinisial SNA (9), wisatawan asal Kecamatan Tabalar, mengalami kecelakaan saat berlibur di Pantai Lamin Guntur, Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Saat bermain di tepi pantai bersama keluarganya, korban terhantam kayu gelondongan sepanjang sekitar lima meter yang terbawa ombak.

    Benturan tersebut menyebabkan korban terjatuh dan kembali terkena hantaman akibat gelombang susulan hingga tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan wisatawan lain ke Puskesmas Biduk-Biduk sebelum dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

    Diketahui, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat korban berada di area tepi pantai, di mana kayu hanyut terbawa arus ombak dan langsung menghantam tubuh korban.

    Menanggapi kejadian itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan yang ada di seluruh kawasan wisata, mengingat telah terjadi beberapa insiden di kawasan wisata yang bukan hanya kali ini saja.

    "Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pengelolaan wisata tidak boleh hanya berfokus pada kunjungan, tetapi juga harus mengedepankan aspek keselamatan. Potensi bahaya seperti benda hanyut harus diantisipasi," ujar Sakirman.

    Dirinya pun menekankan pentingnya penerapan standar operasional keselamatan di setiap destinasi wisata, khususnya pantai yang memiliki risiko tinggi terhadap faktor alam.

    "Kami mendorong adanya rambu peringatan, pengawasan aktif, serta kesiapan petugas di lapangan," tuturnya.

    Selain itu, dirinya pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak saat berwisata, terutama di kawasan yang memiliki potensi bahaya seperti pantai.

    "Orangtua harus lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya saat bermain, apalagi di area pantai yang memiliki risiko tinggi. Pengawasan langsung sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," pesannya.

    Sakirman berharap pemerintah daerah bersama pengelola wisata dapat segera melakukan pembenahan, sehingga seluruh destinasi wisata di Berau menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

    "Standar keselamatan harus jelas dan diterapkan secara konsisten agar kejadian seperti ini tidak terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Insiden di Tempat Wisata Kembali Terjadi, DPRD Berau Tekankan Standar Keselamatan Wisatawan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    27 Maret 2026 11:33 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Seorang anak perempuan berinisial SNA (9), wisatawan asal Kecamatan Tabalar, mengalami kecelakaan saat berlibur di Pantai Lamin Guntur, Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Saat bermain di tepi pantai bersama keluarganya, korban terhantam kayu gelondongan sepanjang sekitar lima meter yang terbawa ombak.

    Benturan tersebut menyebabkan korban terjatuh dan kembali terkena hantaman akibat gelombang susulan hingga tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan wisatawan lain ke Puskesmas Biduk-Biduk sebelum dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

    Diketahui, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat korban berada di area tepi pantai, di mana kayu hanyut terbawa arus ombak dan langsung menghantam tubuh korban.

    Menanggapi kejadian itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan yang ada di seluruh kawasan wisata, mengingat telah terjadi beberapa insiden di kawasan wisata yang bukan hanya kali ini saja.

    "Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pengelolaan wisata tidak boleh hanya berfokus pada kunjungan, tetapi juga harus mengedepankan aspek keselamatan. Potensi bahaya seperti benda hanyut harus diantisipasi," ujar Sakirman.

    Dirinya pun menekankan pentingnya penerapan standar operasional keselamatan di setiap destinasi wisata, khususnya pantai yang memiliki risiko tinggi terhadap faktor alam.

    "Kami mendorong adanya rambu peringatan, pengawasan aktif, serta kesiapan petugas di lapangan," tuturnya.

    Selain itu, dirinya pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak saat berwisata, terutama di kawasan yang memiliki potensi bahaya seperti pantai.

    "Orangtua harus lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya saat bermain, apalagi di area pantai yang memiliki risiko tinggi. Pengawasan langsung sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," pesannya.

    Sakirman berharap pemerintah daerah bersama pengelola wisata dapat segera melakukan pembenahan, sehingga seluruh destinasi wisata di Berau menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

    "Standar keselamatan harus jelas dan diterapkan secara konsisten agar kejadian seperti ini tidak terulang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)