DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Ingatkan Dampak HP pada Anak, DPRD Berau Dorong Peran Aktif Orang Tua dan Guru

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2025 pukul 17:07 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti sosl meningkatnya penggunaan ponsel pada anak usia dini. 

    Menurutnya, guru dan orang tua harus bekerja sama menghadapi tantangan era globalisasi ini untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

    "Sekarang ini anak-anak kita banyak bermain HP. Ini bisa saja berdampak kurang baik bagi anak dan menyebabkan kecanduan bermain HP, sehingga anak males belajar dan sebagainya," ujar Sumadi.

    Ia pun turut mendukung berbagai upaya yang dapat dilakukan seperti pelatihan bagi para guru PAUD dan TK untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, modern dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.

    "Pelatihan untuk guru sangat diperlukan guna mendorong inovasi bagaimana mengurangi penggunaan HP yang terlalu lama dan bagaimana memahami bahayanya kepada anak-anak," jelasnya.

    Menurutnya peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif.

    "Saya harap dengan banyak pelatihan kepada pendidik anak khususnya PAUD dan TK bisa meningkatkan inovasi dalam mendidik anak-anak kita yang masih di bawah umur," ungkapnya.

    Oleh karena itu ia menekankan perlunya metode pembelajaran yang kreatif agar anak lebih terlibat aktif tanpa harus bergantung pada gadget.

    "Guru harus lebih aktif dan berinovatif dalam pembelajaran. Anak-anak sekarang lebih cepat mengerti dan lebih cerdas. Tantangannya adalah mereka terlalu dekat dengan HP. Itu yang harus kita waspadai," tambahnya.

    Ia juga menegaskan peran orang tua sangat penting karena waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pengawasan dan membimbing pembelajaran anak.

    "Di sekolah anak-anak diberi tahu bahaya terlalu lama main HP, tapi di rumah orang tua juga harus memberi jadwal. Bukan tidak boleh main HP, tapi secukupnya dan harus diawasi karena anak masih butuh bimbingan," tandasnya.

    Terakhir, Sumadi berharap guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan aman, sekaligus membantu anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gadget berlebihan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Ingatkan Dampak HP pada Anak, DPRD Berau Dorong Peran Aktif Orang Tua dan Guru

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2025 pukul 17:07 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti sosl meningkatnya penggunaan ponsel pada anak usia dini. 

    Menurutnya, guru dan orang tua harus bekerja sama menghadapi tantangan era globalisasi ini untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

    "Sekarang ini anak-anak kita banyak bermain HP. Ini bisa saja berdampak kurang baik bagi anak dan menyebabkan kecanduan bermain HP, sehingga anak males belajar dan sebagainya," ujar Sumadi.

    Ia pun turut mendukung berbagai upaya yang dapat dilakukan seperti pelatihan bagi para guru PAUD dan TK untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, modern dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.

    "Pelatihan untuk guru sangat diperlukan guna mendorong inovasi bagaimana mengurangi penggunaan HP yang terlalu lama dan bagaimana memahami bahayanya kepada anak-anak," jelasnya.

    Menurutnya peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif.

    "Saya harap dengan banyak pelatihan kepada pendidik anak khususnya PAUD dan TK bisa meningkatkan inovasi dalam mendidik anak-anak kita yang masih di bawah umur," ungkapnya.

    Oleh karena itu ia menekankan perlunya metode pembelajaran yang kreatif agar anak lebih terlibat aktif tanpa harus bergantung pada gadget.

    "Guru harus lebih aktif dan berinovatif dalam pembelajaran. Anak-anak sekarang lebih cepat mengerti dan lebih cerdas. Tantangannya adalah mereka terlalu dekat dengan HP. Itu yang harus kita waspadai," tambahnya.

    Ia juga menegaskan peran orang tua sangat penting karena waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pengawasan dan membimbing pembelajaran anak.

    "Di sekolah anak-anak diberi tahu bahaya terlalu lama main HP, tapi di rumah orang tua juga harus memberi jadwal. Bukan tidak boleh main HP, tapi secukupnya dan harus diawasi karena anak masih butuh bimbingan," tandasnya.

    Terakhir, Sumadi berharap guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan aman, sekaligus membantu anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gadget berlebihan. (Adv)

    (Sf/Lo)