DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Inflasi di Berau Tinggi, Oktavia Berharap Pemkab Siapkan Langkah Strategis Tekan Lonjakan Harga

    Penulis:Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    16 Oktober 2024 pukul 15:40 WITA

    Anggota DPRD Berau, Oktavia. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Oktavia angkat bicara terkait Kabupaten Berau yang tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim). Menurut Oktavia yang merupakan anggota DPRD Berau termuda ini, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menekan lonjakan inflasi tersebut, terutama yang berdampak langsung pada kebutuhan pokok masyarakat.
    Pada September 2024, tercatat inflasi Kabupaten Berau mencapai 3,34 persen. 

    Terkait hal tersebut Okta sapaan akrab Oktavia, menghimbau agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat segera turun tangan mengatasi persoalan tingginya inflasi. “Kami sangat prihatin dengan angka inflasi di Berau yang mencapai 3,34 persen. Ini menjadi sinyal bahwa Pemkab perlu segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan lonjakan harga, terutama di sektor kebutuhan pokok yang paling terpengaruh,” ungkapnya.

    Sementara itu dirinya juga menyoroti terkait harga makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan signifikan hingga 4,67 persen, serta sektor kesehatan yang melonjak hingga 5,57 persen.

    Okta mengatakan, kenaikan di kedua sektor tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah yang paling terdampak. “Kenaikan di sektor makanan dan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi beban besar bagi mereka yang memiliki daya beli terbatas, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.

    Menurut Okta, untuk menekan inflasi diperlukan sinergi antara Pemkab Berau dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta melibatkan berbagai stakeholder terkait dalam merumuskan kebijakan jangka pendek dan panjang.

    Ia juga mengatakan upaya pengendalian inflasi tidak boleh dilakukan hanya untuk jangka pendek atau program sesaat. Selain itu dirinya mengingatkan Pemkab Berau agar memastikan kebijakan pengendalian inflasi dilakukan secara berkelanjutan dan terencana dengan baik, melibatkan semua pihak terkait demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Mr)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Inflasi di Berau Tinggi, Oktavia Berharap Pemkab Siapkan Langkah Strategis Tekan Lonjakan Harga

    Penulis:Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    16 Oktober 2024 pukul 15:40 WITA

    Anggota DPRD Berau, Oktavia. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Oktavia angkat bicara terkait Kabupaten Berau yang tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim). Menurut Oktavia yang merupakan anggota DPRD Berau termuda ini, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menekan lonjakan inflasi tersebut, terutama yang berdampak langsung pada kebutuhan pokok masyarakat.
    Pada September 2024, tercatat inflasi Kabupaten Berau mencapai 3,34 persen. 

    Terkait hal tersebut Okta sapaan akrab Oktavia, menghimbau agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat segera turun tangan mengatasi persoalan tingginya inflasi. “Kami sangat prihatin dengan angka inflasi di Berau yang mencapai 3,34 persen. Ini menjadi sinyal bahwa Pemkab perlu segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan lonjakan harga, terutama di sektor kebutuhan pokok yang paling terpengaruh,” ungkapnya.

    Sementara itu dirinya juga menyoroti terkait harga makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan signifikan hingga 4,67 persen, serta sektor kesehatan yang melonjak hingga 5,57 persen.

    Okta mengatakan, kenaikan di kedua sektor tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah yang paling terdampak. “Kenaikan di sektor makanan dan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi beban besar bagi mereka yang memiliki daya beli terbatas, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.

    Menurut Okta, untuk menekan inflasi diperlukan sinergi antara Pemkab Berau dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta melibatkan berbagai stakeholder terkait dalam merumuskan kebijakan jangka pendek dan panjang.

    Ia juga mengatakan upaya pengendalian inflasi tidak boleh dilakukan hanya untuk jangka pendek atau program sesaat. Selain itu dirinya mengingatkan Pemkab Berau agar memastikan kebijakan pengendalian inflasi dilakukan secara berkelanjutan dan terencana dengan baik, melibatkan semua pihak terkait demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Mr)