DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Imunisasi di Berau Belum Capai Target, DPRD Dorong Kolaborasi Edukasi dan Kesadaran Orang Tua

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 April 2026 pukul 19:04 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Capaian imunisasi di Kabupaten Berau belum dapat memenuhi target nasional di angka 65 persen yang ditargetkan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya imunisasi bagi anak.

    Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita, menilai perlu adanya kolaborasi lebih luas dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting dalam mencegah berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

    "Ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, perlu keterlibatan semua pihak," ujar Elita.

    Menurutnya, salah satu faktor utama rendahnya capaian imunisasi adalah masih kuatnya pengaruh informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat. Banyak orang tua yang merasa khawatir terhadap efek samping vaksin tanpa memahami fakta medis yang sebenarnya.

    "Edukasi harus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan. Libatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga tenaga pendidik agar informasi yang benar bisa diterima dengan baik," tegasnya.

    Meski demikian, ia mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan Berau yang telah melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi hingga pelayanan imunisasi gratis melalui posyandu dan sekolah. Namun, ia menekankan pentingnya memperluas jangkauan edukasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

    "Pendekatan langsung ke masyarakat sangat penting, terutama untuk menjawab keraguan orangtua terhadap berita tidak benar. Selain itu, kita juga harus pastikan tidak ada hambatan, baik dari sisi akses maupun ketersediaan vaksin," tambahnya.

    Elita menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung program imunisasi melalui kebijakan dan penganggaran, guna meningkatkan capaian di masa mendatang. Sehingga, ia berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target imunisasi dapat tercapai dan kesehatan anak-anak di Berau tetap terjaga.

    "Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Imunisasi di Berau Belum Capai Target, DPRD Dorong Kolaborasi Edukasi dan Kesadaran Orang Tua

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 April 2026 pukul 19:04 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Capaian imunisasi di Kabupaten Berau belum dapat memenuhi target nasional di angka 65 persen yang ditargetkan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya imunisasi bagi anak.

    Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita, menilai perlu adanya kolaborasi lebih luas dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting dalam mencegah berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

    "Ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, perlu keterlibatan semua pihak," ujar Elita.

    Menurutnya, salah satu faktor utama rendahnya capaian imunisasi adalah masih kuatnya pengaruh informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat. Banyak orang tua yang merasa khawatir terhadap efek samping vaksin tanpa memahami fakta medis yang sebenarnya.

    "Edukasi harus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan. Libatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga tenaga pendidik agar informasi yang benar bisa diterima dengan baik," tegasnya.

    Meski demikian, ia mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan Berau yang telah melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi hingga pelayanan imunisasi gratis melalui posyandu dan sekolah. Namun, ia menekankan pentingnya memperluas jangkauan edukasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

    "Pendekatan langsung ke masyarakat sangat penting, terutama untuk menjawab keraguan orangtua terhadap berita tidak benar. Selain itu, kita juga harus pastikan tidak ada hambatan, baik dari sisi akses maupun ketersediaan vaksin," tambahnya.

    Elita menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung program imunisasi melalui kebijakan dan penganggaran, guna meningkatkan capaian di masa mendatang. Sehingga, ia berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target imunisasi dapat tercapai dan kesehatan anak-anak di Berau tetap terjaga.

    "Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)