DPRD Kabupaten Berau

    Hindari Tabrakan Event, DPRD Berau Usulkan Kalender Kegiatan Kampung

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    19 Maret 2026 09:59 WIB

    Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris mengusulkan penyusunan kalender kegiatan kampung guna menghindari terjadinya tabrakan jadwal berbagai event di tingkat kampung.

    Menurutnya selama ini sejumlah agenda seperti peringatan hari jadi kampung, festival adat, hingga kegiatan budaya sering dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan di Berau. Sehingga hal ini dinilai akan berdampak pada kurang optimalnya kunjungan wisatawan.

    "Kan selama ini banyak kegiatan kampung digelar hampir bersamaan. Jadi, sejumlah agenda justru saling bertabrakan sehingga potensi kunjungan wisatawan tidak dapat dimaksimalkan," ujar Gideon.

    Jika seluruh agenda kampung disusun dalam satu kalender tahunan yang terintegrasi, maka kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik wisata yang lebih terarah.

    "Jadi bagus kalau setiap kampung memiliki jadwal hari jadi dan kegiatan budaya yang disusun rapi dalam satu kalender, itu akan lebih mudah dipromosikan. Wisatawan juga bisa mengatur waktu untuk datang," jelasnya.

    Ia juga mengatakan Berau memiliki potensi besar dari sektor wisata kampung, baik dari sisi budaya maupun keindahan alam seperti sungai dan pantai. Namun, tanpa penataan jadwal yang baik, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

    "Kalau dalam satu bulan ada beberapa kampung yang menggelar festival secara bergantian. Wisatawan bisa datang dari satu kampung ke kampung lain sambil menikmati wisata alam yang ada di Berau," katanya.

    Selain meningkatkan sektor pariwisata, ia juga menekankan bahwa kegiatan kampung dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

    "Kegiatan kampung biasanya melibatkan pelaku UMKM, kuliner lokal hingga kerajinan tangan masyarakat. Kehadiran wisatawan tentu akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga," ungkapnya.

    Menurutnya, setiap perayaan kampung merupakan momentum penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dimana ketika ada festival atau perayaan kampung, biasanya banyak UMKM yang ikut terlibat.

    "Ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," tambahnya.

    Oleh karena itu, Gideon berharap pemerintah daerah segera menginventarisasi seluruh agenda kampung dan menyusunnya dalam kalender kegiatan yang mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.

    "Kalender ini penting agar wisatawan tahu harus ke mana dan kapan datang ke Berau. Jadi mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga merasakan budaya dan tradisi masyarakat kampung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Hindari Tabrakan Event, DPRD Berau Usulkan Kalender Kegiatan Kampung

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    19 Maret 2026 09:59 WIB

    Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris mengusulkan penyusunan kalender kegiatan kampung guna menghindari terjadinya tabrakan jadwal berbagai event di tingkat kampung.

    Menurutnya selama ini sejumlah agenda seperti peringatan hari jadi kampung, festival adat, hingga kegiatan budaya sering dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan di Berau. Sehingga hal ini dinilai akan berdampak pada kurang optimalnya kunjungan wisatawan.

    "Kan selama ini banyak kegiatan kampung digelar hampir bersamaan. Jadi, sejumlah agenda justru saling bertabrakan sehingga potensi kunjungan wisatawan tidak dapat dimaksimalkan," ujar Gideon.

    Jika seluruh agenda kampung disusun dalam satu kalender tahunan yang terintegrasi, maka kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik wisata yang lebih terarah.

    "Jadi bagus kalau setiap kampung memiliki jadwal hari jadi dan kegiatan budaya yang disusun rapi dalam satu kalender, itu akan lebih mudah dipromosikan. Wisatawan juga bisa mengatur waktu untuk datang," jelasnya.

    Ia juga mengatakan Berau memiliki potensi besar dari sektor wisata kampung, baik dari sisi budaya maupun keindahan alam seperti sungai dan pantai. Namun, tanpa penataan jadwal yang baik, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

    "Kalau dalam satu bulan ada beberapa kampung yang menggelar festival secara bergantian. Wisatawan bisa datang dari satu kampung ke kampung lain sambil menikmati wisata alam yang ada di Berau," katanya.

    Selain meningkatkan sektor pariwisata, ia juga menekankan bahwa kegiatan kampung dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

    "Kegiatan kampung biasanya melibatkan pelaku UMKM, kuliner lokal hingga kerajinan tangan masyarakat. Kehadiran wisatawan tentu akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga," ungkapnya.

    Menurutnya, setiap perayaan kampung merupakan momentum penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dimana ketika ada festival atau perayaan kampung, biasanya banyak UMKM yang ikut terlibat.

    "Ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," tambahnya.

    Oleh karena itu, Gideon berharap pemerintah daerah segera menginventarisasi seluruh agenda kampung dan menyusunnya dalam kalender kegiatan yang mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.

    "Kalender ini penting agar wisatawan tahu harus ke mana dan kapan datang ke Berau. Jadi mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga merasakan budaya dan tradisi masyarakat kampung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)