DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Harga Cabai Naik, Anggota DPRD Berau Imbau Warga Tanam Sendiri 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2025 pukul 19:25 WITA

    Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sri Kumalasari menyoroti harga cabai yang melambung secara signifikan saat bulan Ramadan ini. Hal itu membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan komoditas tersebut dengan harga terjangkau.

    "Kenaikan ini juga karena kendala cuaca yang tidak mendukung, terus ada yang kena banjir dan sebagainya, jadi banyak yang rusak, sementara permintaan tinggi dan pasokan dari luar daerah seperti Surabaya dan Sulawesi juga berkurang dan katanya datangnya juga terlambat. Jadi akhirnya harga melonjak," ujar anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari.

    Ia pun mengaku sempat terkejut dan merasa prihatin atas keluhan warga yang mengatakan bahwa harga lombok tersebut dapat berubah secara cepat. 

    "Ada masyarakat cerita katanya baru di tinggal satu jam dengan harga 180 ribu per kilogram (kg) terus ketika dia kembali harga sudah menjadi 200 ribu per kg. Dan ada lagi yang beli harga 5 ribu itu masa hanya dapat tujuh biji. Tapi ya karena kebutuhan mau tidak mau kita beli," katanya.

    Selain itu, ia menyebut pasokan yang di hasilkan dari petani lokal di berau masih kurang dan tidak dapat mengcover kebutuhan yg tinggi sehingga masih memasok dari luar daerah. Dan jika terjadi keterlambatan dan kekosongan membuat dampak harga melambung tinggi karena semakin terbatasnya.

    "Tapi dengan program pemerintah yang ada sekarang, kan ada yang pertanian masuk-masuk desa dan sebagainya. Nah, saya berharap petani Berau bisa lebih maju biar nanti semua bahan artinya, kebutuhan yang ada di Kabupaten Berau ini, bisa tercover oleh petani-petani kita yang ada di sini, seperti itu," harapnya.

    Sementara itu, dirinya mendorong masyarakat untuk menanam cabai karena harga yang tidak bisa diperkirakan kenaikannya. Ia juga menyebut hal ini dapat menjadi peluang usaha jika membudidayakan cabai.

    "Kita juga harus bisa membaca peluang usaha yang ada disini, menanam cabai itu salah satunya. Tidak harus lahan besar kan di polybag juga bisa seperti itu," ujarnya.

    Terakhir, Mala berharap ketika menjelang hari raya Idulfitri harga cabai serta sayur lainnya dapat normal sehingga masyarakat tidak terbebani lagi dengan harga yang tinggi dan pasokan dapat tercukupi, mengingat jika menjelang hari raya kebutuhan masyarakat pasti meningkat. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Harga Cabai Naik, Anggota DPRD Berau Imbau Warga Tanam Sendiri 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2025 pukul 19:25 WITA

    Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sri Kumalasari menyoroti harga cabai yang melambung secara signifikan saat bulan Ramadan ini. Hal itu membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan komoditas tersebut dengan harga terjangkau.

    "Kenaikan ini juga karena kendala cuaca yang tidak mendukung, terus ada yang kena banjir dan sebagainya, jadi banyak yang rusak, sementara permintaan tinggi dan pasokan dari luar daerah seperti Surabaya dan Sulawesi juga berkurang dan katanya datangnya juga terlambat. Jadi akhirnya harga melonjak," ujar anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari.

    Ia pun mengaku sempat terkejut dan merasa prihatin atas keluhan warga yang mengatakan bahwa harga lombok tersebut dapat berubah secara cepat. 

    "Ada masyarakat cerita katanya baru di tinggal satu jam dengan harga 180 ribu per kilogram (kg) terus ketika dia kembali harga sudah menjadi 200 ribu per kg. Dan ada lagi yang beli harga 5 ribu itu masa hanya dapat tujuh biji. Tapi ya karena kebutuhan mau tidak mau kita beli," katanya.

    Selain itu, ia menyebut pasokan yang di hasilkan dari petani lokal di berau masih kurang dan tidak dapat mengcover kebutuhan yg tinggi sehingga masih memasok dari luar daerah. Dan jika terjadi keterlambatan dan kekosongan membuat dampak harga melambung tinggi karena semakin terbatasnya.

    "Tapi dengan program pemerintah yang ada sekarang, kan ada yang pertanian masuk-masuk desa dan sebagainya. Nah, saya berharap petani Berau bisa lebih maju biar nanti semua bahan artinya, kebutuhan yang ada di Kabupaten Berau ini, bisa tercover oleh petani-petani kita yang ada di sini, seperti itu," harapnya.

    Sementara itu, dirinya mendorong masyarakat untuk menanam cabai karena harga yang tidak bisa diperkirakan kenaikannya. Ia juga menyebut hal ini dapat menjadi peluang usaha jika membudidayakan cabai.

    "Kita juga harus bisa membaca peluang usaha yang ada disini, menanam cabai itu salah satunya. Tidak harus lahan besar kan di polybag juga bisa seperti itu," ujarnya.

    Terakhir, Mala berharap ketika menjelang hari raya Idulfitri harga cabai serta sayur lainnya dapat normal sehingga masyarakat tidak terbebani lagi dengan harga yang tinggi dan pasokan dapat tercukupi, mengingat jika menjelang hari raya kebutuhan masyarakat pasti meningkat. (Adv)

    (Sf/Rs)