DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Hadapi Pancaroba dan Kemarau, DPRD Berau Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kesehatan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Mei 2026 pukul 20:57 WITA

    Anggota Komisi I DPRD, Thamrin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih menjaga kesehatan serta lingkungan di tengah meningkatnya suhu udara dan masa pancaroba menuju musim kemarau. 

    Ini disampaikan Thamrin menanggapi prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau terkait awal musim kemarau yang diprediksi terjadi secara bertahap mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.

    Menurutnya, kondisi cuaca panas yang mulai terasa belakangan ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

    "Cuaca saat ini cukup panas dan masyarakat harus lebih menjaga kondisi tubuh. Jadi perbanyak minum air putih, pancaroba ini kan bikin kondisi tubuh kita rawan kena penyakit seperti dehidrasi, flu dan lain-lain ," ujar Thamrin.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau.

    "Kami berharap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena risiko kebakaran saat musim kemarau cukup tinggi. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi kebakaran lahan dan polusi udara," katanya.

    Ia pun meminta masyarakat mulai bijak dalam penggunaan air, khususnya bagi wilayah yang mengandalkan tadah hujan sebagai sumber pasokan air bersih.

    "Persiapan sejak dini penting dilakukan, termasuk menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari disaat curah hujan mulai berkurang," tambahnya.

    Terakhir, Thamrin berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan cuaca agar dampak musim kemarau dapat diminimalisasi.

    "Masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem selama masa transisi menuju musim kemarau dan rutin memantau informasi resmi dari BMKG," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Hadapi Pancaroba dan Kemarau, DPRD Berau Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kesehatan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Mei 2026 pukul 20:57 WITA

    Anggota Komisi I DPRD, Thamrin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih menjaga kesehatan serta lingkungan di tengah meningkatnya suhu udara dan masa pancaroba menuju musim kemarau. 

    Ini disampaikan Thamrin menanggapi prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau terkait awal musim kemarau yang diprediksi terjadi secara bertahap mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.

    Menurutnya, kondisi cuaca panas yang mulai terasa belakangan ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

    "Cuaca saat ini cukup panas dan masyarakat harus lebih menjaga kondisi tubuh. Jadi perbanyak minum air putih, pancaroba ini kan bikin kondisi tubuh kita rawan kena penyakit seperti dehidrasi, flu dan lain-lain ," ujar Thamrin.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau.

    "Kami berharap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena risiko kebakaran saat musim kemarau cukup tinggi. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi kebakaran lahan dan polusi udara," katanya.

    Ia pun meminta masyarakat mulai bijak dalam penggunaan air, khususnya bagi wilayah yang mengandalkan tadah hujan sebagai sumber pasokan air bersih.

    "Persiapan sejak dini penting dilakukan, termasuk menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari disaat curah hujan mulai berkurang," tambahnya.

    Terakhir, Thamrin berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan cuaca agar dampak musim kemarau dapat diminimalisasi.

    "Masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem selama masa transisi menuju musim kemarau dan rutin memantau informasi resmi dari BMKG," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)