Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ilustrasi karhutla. (Freepik)
Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong langkah mitigasi dini dalam menghadapi potensi musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang, mengingat dampak El Nino dapat berlangsung cukup lama dan mempengaruhi berbagai sektor.
"Mitigasi dini ini sangat penting. Kita tidak bisa menunggu sampai dampaknya benar-benar terjadi. Harus ada langkah antisipasi sejak awal agar risikonya bisa ditekan," ujar Frans.
Tak hanya itu, ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan atau membakar sampah tanpa pengawasan.
"Kesadaran masyarakat ini juga penting. Hal-hal sederhana seperti tidak membakar lahan bisa sangat membantu mencegah terjadinya karhutla," katanya.
Meski demikian, ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau yang telah memetakan wilayah rawan serta menyiapkan personel dan armada sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi karhutla.
"Kita memang harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif termasuk mempersiapkan sarana dan prasarana itu sangat penting dalam hal penanggulangan," tuturnya.
Ia juga menyoroti potensi kekeringan yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, serta beberapa sektor, yakni pertanian dan perikanan.
"Kita harus mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kekeringan itu, termasuk memastikan cadangan air bagi masyarakat dan sektor produktif," tambahnya.
Oleh karena itu, Frans menilai perlu adanya penguatan koordinasi lintas sektor agar upaya mitigasi dapat berjalan lebih efektif. Ia berharap dengan mitigasi yang dilakukan sejak dini serta kerja sama semua pihak, dampak El Nino di Berau dapat diminimalkan.
"Perlu ada sinergi antara pemerintah, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat. Semua harus terlibat dalam upaya pencegahan ini. Kalau kita siap lebih awal, tentu dampaknya tidak akan sebesar yang dikhawatirkan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ilustrasi karhutla. (Freepik)
Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong langkah mitigasi dini dalam menghadapi potensi musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang, mengingat dampak El Nino dapat berlangsung cukup lama dan mempengaruhi berbagai sektor.
"Mitigasi dini ini sangat penting. Kita tidak bisa menunggu sampai dampaknya benar-benar terjadi. Harus ada langkah antisipasi sejak awal agar risikonya bisa ditekan," ujar Frans.
Tak hanya itu, ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan atau membakar sampah tanpa pengawasan.
"Kesadaran masyarakat ini juga penting. Hal-hal sederhana seperti tidak membakar lahan bisa sangat membantu mencegah terjadinya karhutla," katanya.
Meski demikian, ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau yang telah memetakan wilayah rawan serta menyiapkan personel dan armada sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi karhutla.
"Kita memang harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif termasuk mempersiapkan sarana dan prasarana itu sangat penting dalam hal penanggulangan," tuturnya.
Ia juga menyoroti potensi kekeringan yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, serta beberapa sektor, yakni pertanian dan perikanan.
"Kita harus mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kekeringan itu, termasuk memastikan cadangan air bagi masyarakat dan sektor produktif," tambahnya.
Oleh karena itu, Frans menilai perlu adanya penguatan koordinasi lintas sektor agar upaya mitigasi dapat berjalan lebih efektif. Ia berharap dengan mitigasi yang dilakukan sejak dini serta kerja sama semua pihak, dampak El Nino di Berau dapat diminimalkan.
"Perlu ada sinergi antara pemerintah, instansi terkait, perusahaan dan masyarakat. Semua harus terlibat dalam upaya pencegahan ini. Kalau kita siap lebih awal, tentu dampaknya tidak akan sebesar yang dikhawatirkan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)