Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau meminta Pemerintah Daerah untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menjalankan program pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Langkah ini dinilai penting agar setiap program tetap berdampak langsung bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik maupun kinerja birokrasi.
"Inovasi harus tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut lebih kreatif," ujar Rahman.
Menurutnya, banyak daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kecil serta minim Sumber Daya Alam (SDA), namun tetap mampu berkembang karena mampu memaksimalkan anggaran yang dimiliki.
Ia pun mencontohkan kebijakan yang pernah dilakukan oleh Anies Baswedan, yang dinilai berhasil menghadirkan solusi efektif dengan anggaran terbatas. Salah satunya melalui penataan fasilitas penyeberangan dengan mempercantik jembatan penyeberangan orang (JPO), sehingga masyarakat tertarik menggunakannya.
"Dengan anggaran yang tidak besar, tetapi hasilnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat, itu yang harus kita tiru," tuturnya.
Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa inovasi pengelolaan anggaran bisa dimulai dari tingkat kampung, dengan melibatkan lurah dan kepala kampung yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Saya yakin kepala kampung punya strategi, karena mereka dipilih langsung oleh masyarakat dan tahu kebutuhan di lapangan," katanya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi kondisi keuangan daerah saat ini. Sehingganya, pemerintah daerah diminta untuk tidak lagi bergantung pada besaran anggaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kita harus menyadari kondisi sekarang, jangan berpikir anggaran kita akan selalu besar seperti sebelumnya," tegasnya.
Rahman berharap, efisiensi anggaran yang tengah dilakukan tidak mengurangi semangat pembangunan daerah, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Berau.
"Efisiensi ini harus jadi pemicu untuk bekerja lebih efektif demi kemakmuran masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau meminta Pemerintah Daerah untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menjalankan program pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Langkah ini dinilai penting agar setiap program tetap berdampak langsung bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik maupun kinerja birokrasi.
"Inovasi harus tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut lebih kreatif," ujar Rahman.
Menurutnya, banyak daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kecil serta minim Sumber Daya Alam (SDA), namun tetap mampu berkembang karena mampu memaksimalkan anggaran yang dimiliki.
Ia pun mencontohkan kebijakan yang pernah dilakukan oleh Anies Baswedan, yang dinilai berhasil menghadirkan solusi efektif dengan anggaran terbatas. Salah satunya melalui penataan fasilitas penyeberangan dengan mempercantik jembatan penyeberangan orang (JPO), sehingga masyarakat tertarik menggunakannya.
"Dengan anggaran yang tidak besar, tetapi hasilnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat, itu yang harus kita tiru," tuturnya.
Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa inovasi pengelolaan anggaran bisa dimulai dari tingkat kampung, dengan melibatkan lurah dan kepala kampung yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Saya yakin kepala kampung punya strategi, karena mereka dipilih langsung oleh masyarakat dan tahu kebutuhan di lapangan," katanya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi kondisi keuangan daerah saat ini. Sehingganya, pemerintah daerah diminta untuk tidak lagi bergantung pada besaran anggaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kita harus menyadari kondisi sekarang, jangan berpikir anggaran kita akan selalu besar seperti sebelumnya," tegasnya.
Rahman berharap, efisiensi anggaran yang tengah dilakukan tidak mengurangi semangat pembangunan daerah, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Berau.
"Efisiensi ini harus jadi pemicu untuk bekerja lebih efektif demi kemakmuran masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)