Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ratusan guru honorer di Kabupaten Berau masih harus bersabar menunggu perihal gaji yang belum di terima hingga saat ini. Hal ini karena hingga saat ini guru honorer di Berau belum menerima gaji dari awal tahun 2024 tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mencari solusi tertahannya upah para tenaga pengajar di Berau. Menurutnya, penundaan hak tenaga pengajar akan berdampak langsung pada kinerja dan kesejahteraan para guru honorer. Apalagi kata dia, tidak sedikit guru honorer yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Berau.
"Kami minta ini segera ditindaklanjuti, jangan sampai semangat para guru luntur hanya karena hak mereka tidak dipenuhi tepat waktu," kata Elita.
Dirinya pun menilai, sistem yang lambat akan selalu merugikan para guru, padahal menurutnya guru tersebut telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
"Pemerintah perlu memberikan kepastian jadwal pembayaran honor agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujarnya.
Ia pun menyebut, hal ini sangat penting untuk di perhatikan mengingat pengajar merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan, bahkan di wilayah terpencil pun tidak luput dari peran penting guru.
"Ini bakal mematahkan semangat para pengajar. Bakal banyak tenaga pendidik berfikir dua kalau kalau mau jadi guru. Apalagi di pedalaman lagi kurang tenaga," tandasnya.
Elita pun berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga hak para pendidik honorer dapat segera terpenuhi. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ratusan guru honorer di Kabupaten Berau masih harus bersabar menunggu perihal gaji yang belum di terima hingga saat ini. Hal ini karena hingga saat ini guru honorer di Berau belum menerima gaji dari awal tahun 2024 tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mencari solusi tertahannya upah para tenaga pengajar di Berau. Menurutnya, penundaan hak tenaga pengajar akan berdampak langsung pada kinerja dan kesejahteraan para guru honorer. Apalagi kata dia, tidak sedikit guru honorer yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Berau.
"Kami minta ini segera ditindaklanjuti, jangan sampai semangat para guru luntur hanya karena hak mereka tidak dipenuhi tepat waktu," kata Elita.
Dirinya pun menilai, sistem yang lambat akan selalu merugikan para guru, padahal menurutnya guru tersebut telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
"Pemerintah perlu memberikan kepastian jadwal pembayaran honor agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujarnya.
Ia pun menyebut, hal ini sangat penting untuk di perhatikan mengingat pengajar merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan, bahkan di wilayah terpencil pun tidak luput dari peran penting guru.
"Ini bakal mematahkan semangat para pengajar. Bakal banyak tenaga pendidik berfikir dua kalau kalau mau jadi guru. Apalagi di pedalaman lagi kurang tenaga," tandasnya.
Elita pun berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga hak para pendidik honorer dapat segera terpenuhi. (Adv)
(Sf/Rs)