Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Anggota DPRD Berau, Frans Lewi. (Foto:Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti kebutuhan pupuk subsidi untuk pertanian di daerah pesisir selatan Kabupaten Berau, seperti Kecamatan Biatan, Tembudan hingga Batu Putih masih butuh perhatian lebih dari pemerintah.
"Petani ingin meningkatkan produksi dan sudah menanam, tapi tidak didukung dengan pupuk juga tidak bisa maksimal hasilnya," ujar Frans Lewi.
Sebagai legislator yang mewakili masyarakat pesisir, ia akan mendorong masyarakat untuk dapat mengambil bagian dalam program-program pemerintah, sehingga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi atau gratis.
"Nanti kita lihat Pilkada ini, siapa yang memimpin dan bagaimana mekanismenya untuk program kelompok tani atau sistem apa yang dibentuk. Kami sebagai anggota dewan akan mendorong kepada masyarakat semua untuk bisa andil dalam program pemerintah" ungkapnya.
Ia juga menyampaikan minimnya sosialisasi pertanian menjadi faktor kurangnya minat petani untuk membuka lahan, bahkan kelompok tani terdaftar hanya ada empat dan dengan maksimal anggota 30 Orang.
Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih tercatat terdapat sekitar 800 kepala keluarga, tapi yang terdaftar di kelompok tani hanya 120. "Artinya ini sangat minim sekali petani yang ada di kampung, tentu penerima pupuk subsidi juga hanya yang terdaftar saja," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya sudah seharusnya pemerintah mempunyai program berkelanjutan tentang pertanian, mulai dari memberikan bibit unggul gratis, pupuk gratis dan juga alat-alat bantu pertanian bagi masyarakat.
"Selaku masyarakat di pesisir, saya sendiri juga bertani Jadi memang banyak hal-hal itu kita sangat dibutuhkan," katanya.
Frans juga mendorong pemerintah agar dapat menyediakan dan memaksimalkan pupuk-pupuk subsidi.
"Iya tentunya itu dorongan, karena yang pasti kita lihat nanti program-program pemerintah setelah itu baru kita mendorong untuk lebih ditingkatkan tentang program-program itu,” ujarnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Anggota DPRD Berau, Frans Lewi. (Foto:Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti kebutuhan pupuk subsidi untuk pertanian di daerah pesisir selatan Kabupaten Berau, seperti Kecamatan Biatan, Tembudan hingga Batu Putih masih butuh perhatian lebih dari pemerintah.
"Petani ingin meningkatkan produksi dan sudah menanam, tapi tidak didukung dengan pupuk juga tidak bisa maksimal hasilnya," ujar Frans Lewi.
Sebagai legislator yang mewakili masyarakat pesisir, ia akan mendorong masyarakat untuk dapat mengambil bagian dalam program-program pemerintah, sehingga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi atau gratis.
"Nanti kita lihat Pilkada ini, siapa yang memimpin dan bagaimana mekanismenya untuk program kelompok tani atau sistem apa yang dibentuk. Kami sebagai anggota dewan akan mendorong kepada masyarakat semua untuk bisa andil dalam program pemerintah" ungkapnya.
Ia juga menyampaikan minimnya sosialisasi pertanian menjadi faktor kurangnya minat petani untuk membuka lahan, bahkan kelompok tani terdaftar hanya ada empat dan dengan maksimal anggota 30 Orang.
Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih tercatat terdapat sekitar 800 kepala keluarga, tapi yang terdaftar di kelompok tani hanya 120. "Artinya ini sangat minim sekali petani yang ada di kampung, tentu penerima pupuk subsidi juga hanya yang terdaftar saja," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya sudah seharusnya pemerintah mempunyai program berkelanjutan tentang pertanian, mulai dari memberikan bibit unggul gratis, pupuk gratis dan juga alat-alat bantu pertanian bagi masyarakat.
"Selaku masyarakat di pesisir, saya sendiri juga bertani Jadi memang banyak hal-hal itu kita sangat dibutuhkan," katanya.
Frans juga mendorong pemerintah agar dapat menyediakan dan memaksimalkan pupuk-pupuk subsidi.
"Iya tentunya itu dorongan, karena yang pasti kita lihat nanti program-program pemerintah setelah itu baru kita mendorong untuk lebih ditingkatkan tentang program-program itu,” ujarnya. (Adv)
(Sf/Rs)