DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Efesiensi Anggaran, DPRD Berau Dorong Usulan Pembangunan Sistem Paket dan Berbasis Lingkungan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Februari 2026 pukul 18:02 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong agar usulan pembangunan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dilakukan melalui sistem paket, sebagai upaya mendukung efisiensi anggaran dan percepatan pelaksanaan pembangunan.

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang sedang terjadi perlu disikapi dengan pola pengusulan yang tepat, agar kebutuhan masyarakat tetap dapat tertangani secara optimal.

    "Perlu saya sampaikan, di saat efisiensi ini, kami mempunyai pandangan yang berbeda," ujar Sumadi saat Musrenbang di Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/2026)

    Menurutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama dinas teknis seperti Pekerjaan Umum (PU) sebaiknya mengusulkan pembangunan jalan maupun drainase dalam bentuk paket kawasan atau lingkungan, sehingga tidak membatasi penanganan hanya pada wilayah tertentu. Ia menilai, pengusulan yang terlalu rinci justru berpotensi menghambat pelaksanaan program di lapangan.

    "Bagaimana TAPD dan PU itu kalau mengusulkan jalan atau drainase sebaiknya dibuat paket. Jadi lingkungan, seperti lingkungan Rinding atau lingkungan Teluk Bayur. Jangan dikunci hanya RT sekian. Kalau dipindahkan ke RT lain, itu bisa menjadi temuan," tegasnya.

    Sementara itu, ia juga menyoroti terkait banyak keluhan kepala kampung yang disampaikan dalam Musrenbang dan memiliki karakter permasalahan yang sama, khususnya terkait infrastruktur jalan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis lingkungan dinilai lebih efektif.

    "Hampir sama keluhannya, soal jalan. Ada yang aspal, peningkatan, dan sebagainya. Jadi lebih baik kita usulkan itu berbasis lingkungan, baik di Kecamatan Teluk Bayur, Tanjung Redeb, maupun Biduk-Biduk dan lainnya," katanya.

    Oleh karena itu, Sumadi menekankan bahwa sistem paket dinilai lebih efisien dari sisi anggaran maupun administrasi, terutama dalam kondisi keterbatasan fiskal.

    "Kalau paket itu besar, tidak banyak panitia, tidak banyak kontrak, dan itu insya Allah lebih efisien. Apalagi kita sedang efisiensi seperti sekarang ini," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Efesiensi Anggaran, DPRD Berau Dorong Usulan Pembangunan Sistem Paket dan Berbasis Lingkungan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Februari 2026 pukul 18:02 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong agar usulan pembangunan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dilakukan melalui sistem paket, sebagai upaya mendukung efisiensi anggaran dan percepatan pelaksanaan pembangunan.

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang sedang terjadi perlu disikapi dengan pola pengusulan yang tepat, agar kebutuhan masyarakat tetap dapat tertangani secara optimal.

    "Perlu saya sampaikan, di saat efisiensi ini, kami mempunyai pandangan yang berbeda," ujar Sumadi saat Musrenbang di Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/2026)

    Menurutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama dinas teknis seperti Pekerjaan Umum (PU) sebaiknya mengusulkan pembangunan jalan maupun drainase dalam bentuk paket kawasan atau lingkungan, sehingga tidak membatasi penanganan hanya pada wilayah tertentu. Ia menilai, pengusulan yang terlalu rinci justru berpotensi menghambat pelaksanaan program di lapangan.

    "Bagaimana TAPD dan PU itu kalau mengusulkan jalan atau drainase sebaiknya dibuat paket. Jadi lingkungan, seperti lingkungan Rinding atau lingkungan Teluk Bayur. Jangan dikunci hanya RT sekian. Kalau dipindahkan ke RT lain, itu bisa menjadi temuan," tegasnya.

    Sementara itu, ia juga menyoroti terkait banyak keluhan kepala kampung yang disampaikan dalam Musrenbang dan memiliki karakter permasalahan yang sama, khususnya terkait infrastruktur jalan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis lingkungan dinilai lebih efektif.

    "Hampir sama keluhannya, soal jalan. Ada yang aspal, peningkatan, dan sebagainya. Jadi lebih baik kita usulkan itu berbasis lingkungan, baik di Kecamatan Teluk Bayur, Tanjung Redeb, maupun Biduk-Biduk dan lainnya," katanya.

    Oleh karena itu, Sumadi menekankan bahwa sistem paket dinilai lebih efisien dari sisi anggaran maupun administrasi, terutama dalam kondisi keterbatasan fiskal.

    "Kalau paket itu besar, tidak banyak panitia, tidak banyak kontrak, dan itu insya Allah lebih efisien. Apalagi kita sedang efisiensi seperti sekarang ini," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)