DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Dukung Percepatan Operasional, DPRD Harap BLK Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    26 Maret 2026 pukul 15:15 WITA

    Fedung BLK Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah kabupaten (pemkab) untuk percepatan pengoperasian Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,8 miliar. 

    "Kita pasti dukung. Program ini sangat penting sebagai langkah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah," ujar Dedy.

    Apalagi keberadaan BLK sudah lama dinantikan masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan dapat terserap di dunia kerja.

    "Ini langkah yang sangat baik, karena BLK memang sudah lama dinantikan. Namun yang terpenting adalah bagaimana lulusan BLK ini bisa terserap di dunia kerja," ujar Dedy.

    Ia pun menekankan agar pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di Berau, terutama di sektor pertambangan, alat berat, dan teknik.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau agar tercipta link and match antara pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja.

    "Jangan sampai setelah dilatih, mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan. Harus ada kolaborasi yang kuat dengan pihak perusahaan, sehingga lulusan BLK ini bisa langsung diserap," tegasnya.

    Ia juga mendorong agar pengelolaan BLK dapat dilakukan secara profesional melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang solid dan terstruktur. Sehingga, ia menekankan agar anggaran yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk untuk mendukung fasilitas pelatihan dan asrama peserta.

    "Anggaran ini harus benar-benar dimaksimalkan. Fasilitasnya harus memadai agar peserta pelatihan bisa belajar dengan baik dan nyaman," tambahnya.

    Dedy pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar program BLK berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka pengangguran.

    "Harapan kita, BLK ini bisa mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Dukung Percepatan Operasional, DPRD Harap BLK Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    26 Maret 2026 pukul 15:15 WITA

    Fedung BLK Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah kabupaten (pemkab) untuk percepatan pengoperasian Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,8 miliar. 

    "Kita pasti dukung. Program ini sangat penting sebagai langkah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah," ujar Dedy.

    Apalagi keberadaan BLK sudah lama dinantikan masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan dapat terserap di dunia kerja.

    "Ini langkah yang sangat baik, karena BLK memang sudah lama dinantikan. Namun yang terpenting adalah bagaimana lulusan BLK ini bisa terserap di dunia kerja," ujar Dedy.

    Ia pun menekankan agar pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di Berau, terutama di sektor pertambangan, alat berat, dan teknik.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau agar tercipta link and match antara pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja.

    "Jangan sampai setelah dilatih, mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan. Harus ada kolaborasi yang kuat dengan pihak perusahaan, sehingga lulusan BLK ini bisa langsung diserap," tegasnya.

    Ia juga mendorong agar pengelolaan BLK dapat dilakukan secara profesional melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang solid dan terstruktur. Sehingga, ia menekankan agar anggaran yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk untuk mendukung fasilitas pelatihan dan asrama peserta.

    "Anggaran ini harus benar-benar dimaksimalkan. Fasilitasnya harus memadai agar peserta pelatihan bisa belajar dengan baik dan nyaman," tambahnya.

    Dedy pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar program BLK berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka pengangguran.

    "Harapan kita, BLK ini bisa mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)