DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Dukung Peningkatan Kualitas Panen Petani Lokal, DPRD Apresiasi Langkah Bulog yang Turun Kelapangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2025 pukul 13:51 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau.

    Diketahui, Perum Bulog Berau kini turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai tata cara, tahapan, dan waktu yang tepat dalam memanen padi. 

    "Upaya tersebut sangat tepat untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani lokal. Saya sangat mendukung program Bulog ini," kata Sakirman.

    Dirinya juga mengatakan, selama ini Bulog belum maksimal dalam menyerap hasil panen petani karena kualitas beras yang dihasilkan belum memenuhi standar. Bahkan, jika tetap ditampung, beras tersebut cenderung tidak bertahan lama di gudang. 

    Oleh karena itu, ia sangat mendukung langkah bulog tersebut untuk memberi pemahaman bagi para petani. ia juga menilai langkah Bulog untuk turun langsung ke lapangan merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga stabilitas harga beras lokal.  

    "Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas panen padi para petani di Kota Sanggam. Apalagi, program ini juga melibatkan petani milenial yang langsung bekerja sama dengan Bulog dalam proses produksinya. Artinya, metode panennya pun harus mengikuti standar Bulog agar hasil panen lebih berkualitas," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Bulog telah menerapkan beberapa aturan umum kepada petani, salah satunya terkait waktu panen yang harus dilakukan pada cuaca cerah dan tidak boleh di musim hujan.

    "Sebelumnya banyak keluhan dari pembeli terkait kualitas beras hasil panen petani lokal yang diserap oleh Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Berau melalui dinas terkait," tuturnya.

    Dirinya pun menjelaskan bahwa dengan adanya Evaluasi dari masyarakat inilah mendorong Bulog untuk mencari solusi agar kualitas hasil panen lebih baik dan bisa dipasarkan lebih luas. Menurutnya, Jika kualitas hasil panen petani lokal meningkat maka pemasarannya pun akan lebih terjamin

    "Ini tentu menjadi motivasi bagi petani untuk semakin giat bertani," tambahnya.  

    Ia pun menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan terkait upaya menjaga kualitas panen. 

    "Di Kampung Buyung-Buyung kini juga sudah tersedia mesin pengering padi yang dapat menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan mutu hasil panen mereka," ujarnya.

    Ia pun berharap dengan upaya atau langkah-langkah yang telah di lakukan dapat meningkatkan kualitas hasil panen yang lebih baik.

    "Kami berharap ke depan tidak ada lagi keluhan tentang beras yang kotor atau bercampur dengan kerikil," tuturnya.

    Sakirman mengatakan, jika kualitasnya sudah bersaing, pemerintah daerah juga harus mampu mendorong Bulog dan pelaku usaha lainnya untuk lebih aktif menampung hasil panen petani lokal serta memperluas pemasarannya. 

    "Termasuk dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau untuk mengonsumsi beras lokal," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Dukung Peningkatan Kualitas Panen Petani Lokal, DPRD Apresiasi Langkah Bulog yang Turun Kelapangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2025 pukul 13:51 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau.

    Diketahui, Perum Bulog Berau kini turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai tata cara, tahapan, dan waktu yang tepat dalam memanen padi. 

    "Upaya tersebut sangat tepat untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani lokal. Saya sangat mendukung program Bulog ini," kata Sakirman.

    Dirinya juga mengatakan, selama ini Bulog belum maksimal dalam menyerap hasil panen petani karena kualitas beras yang dihasilkan belum memenuhi standar. Bahkan, jika tetap ditampung, beras tersebut cenderung tidak bertahan lama di gudang. 

    Oleh karena itu, ia sangat mendukung langkah bulog tersebut untuk memberi pemahaman bagi para petani. ia juga menilai langkah Bulog untuk turun langsung ke lapangan merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga stabilitas harga beras lokal.  

    "Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas panen padi para petani di Kota Sanggam. Apalagi, program ini juga melibatkan petani milenial yang langsung bekerja sama dengan Bulog dalam proses produksinya. Artinya, metode panennya pun harus mengikuti standar Bulog agar hasil panen lebih berkualitas," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Bulog telah menerapkan beberapa aturan umum kepada petani, salah satunya terkait waktu panen yang harus dilakukan pada cuaca cerah dan tidak boleh di musim hujan.

    "Sebelumnya banyak keluhan dari pembeli terkait kualitas beras hasil panen petani lokal yang diserap oleh Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Berau melalui dinas terkait," tuturnya.

    Dirinya pun menjelaskan bahwa dengan adanya Evaluasi dari masyarakat inilah mendorong Bulog untuk mencari solusi agar kualitas hasil panen lebih baik dan bisa dipasarkan lebih luas. Menurutnya, Jika kualitas hasil panen petani lokal meningkat maka pemasarannya pun akan lebih terjamin

    "Ini tentu menjadi motivasi bagi petani untuk semakin giat bertani," tambahnya.  

    Ia pun menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan terkait upaya menjaga kualitas panen. 

    "Di Kampung Buyung-Buyung kini juga sudah tersedia mesin pengering padi yang dapat menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan mutu hasil panen mereka," ujarnya.

    Ia pun berharap dengan upaya atau langkah-langkah yang telah di lakukan dapat meningkatkan kualitas hasil panen yang lebih baik.

    "Kami berharap ke depan tidak ada lagi keluhan tentang beras yang kotor atau bercampur dengan kerikil," tuturnya.

    Sakirman mengatakan, jika kualitasnya sudah bersaing, pemerintah daerah juga harus mampu mendorong Bulog dan pelaku usaha lainnya untuk lebih aktif menampung hasil panen petani lokal serta memperluas pemasarannya. 

    "Termasuk dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau untuk mengonsumsi beras lokal," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)