Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Para pedagang yang berjualan di bulan ramadan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau dorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat menyediakan titik-titik pasar ramadan di setiap kecamatan guna mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah Kabupaten Berau.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan bahwa keberadaan pasar ramadan sangat penting dalam memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan usaha kecil sebagai sumber pendapatan utama.
"Setiap tahun antusiasme masyarakat untuk berbelanja di pasar Ramadan selalu tinggi, namun fasilitas yang disediakan masih terbatas," kata Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Ia pun menyebut, hal tersebut bisa menyebabkan banyak pedagang kesulitan mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan. Oleh karena itu, ia menekankan peran pemerintah agar lebih proaktif dalam menyediakan lokasi yang strategis serta tertata, guna mendukung aktivitas perdagangan selama bulan ramadan.
"Kita melihat masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan tempat berjualan di bulan Ramadan. Jika pemerintah dapat menyediakan titik-titik pasar di setiap kecamatan, tentu ini akan sangat membantu mereka," tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan, pasar ramadan bukan hanya sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah.
"Dengan adanya pasar yang terkelola dengan baik, daya beli masyarakat bisa meningkat, dan para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya," katanya.
Sementara itu, ia berharap OPD terkait bisa bekerja sama dengan para pelaku UMKM dalam menentukan lokasi yang tepat untuk pasar ramadan. Ia menekankan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha guna memastikan penyelenggaraan pasar berjalan lebih tertib dan efektif.
"Pemerintah perlu berdialog dengan pelaku usaha agar lokasi yang disediakan benar-benar strategis dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal," ujarnya.
Terakhir, Dedy menekankan agar fasilitas pendukung di pasar ramadan dapat diperhatikan, seperti ketersediaan tempat parkir, kebersihan, dan keamanan. Hal ini dinilai penting agar memberi rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.
"Dengan perencanaan yang baik, pasar ramadan bisa menjadi momentum yang menguntungkan bagi UMKM dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Para pedagang yang berjualan di bulan ramadan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau dorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat menyediakan titik-titik pasar ramadan di setiap kecamatan guna mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah Kabupaten Berau.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan bahwa keberadaan pasar ramadan sangat penting dalam memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan usaha kecil sebagai sumber pendapatan utama.
"Setiap tahun antusiasme masyarakat untuk berbelanja di pasar Ramadan selalu tinggi, namun fasilitas yang disediakan masih terbatas," kata Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Ia pun menyebut, hal tersebut bisa menyebabkan banyak pedagang kesulitan mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan. Oleh karena itu, ia menekankan peran pemerintah agar lebih proaktif dalam menyediakan lokasi yang strategis serta tertata, guna mendukung aktivitas perdagangan selama bulan ramadan.
"Kita melihat masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan tempat berjualan di bulan Ramadan. Jika pemerintah dapat menyediakan titik-titik pasar di setiap kecamatan, tentu ini akan sangat membantu mereka," tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan, pasar ramadan bukan hanya sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah.
"Dengan adanya pasar yang terkelola dengan baik, daya beli masyarakat bisa meningkat, dan para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya," katanya.
Sementara itu, ia berharap OPD terkait bisa bekerja sama dengan para pelaku UMKM dalam menentukan lokasi yang tepat untuk pasar ramadan. Ia menekankan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha guna memastikan penyelenggaraan pasar berjalan lebih tertib dan efektif.
"Pemerintah perlu berdialog dengan pelaku usaha agar lokasi yang disediakan benar-benar strategis dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal," ujarnya.
Terakhir, Dedy menekankan agar fasilitas pendukung di pasar ramadan dapat diperhatikan, seperti ketersediaan tempat parkir, kebersihan, dan keamanan. Hal ini dinilai penting agar memberi rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.
"Dengan perencanaan yang baik, pasar ramadan bisa menjadi momentum yang menguntungkan bagi UMKM dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)