Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ilustrasi pupuk. (Freepik)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti potensi besar pengembangan pupuk lokal sebagai solusi kebutuhan pertanian sekaligus peluang ekonomi baru bagi petani.
Menurutnya selama ini persoalan pupuk masih menjadi kendala klasik yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan pasokan hingga ketergantungan pada distribusi dari luar daerah.
"Selama ini persoalan pupuk kerap menjadi kendala klasik di sektor pertanian, baik dari sisi pasokan maupun distribusi," ujar Sumadi.
Ia pun menilai kehadiran pupuk lokal dapat menjadi jalan keluar yang lebih mandiri sekaligus produktif bagi masyarakat.
"Kalau dikelola dengan baik, pupuk lokal ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual," tuturnya.
Ia mencontohkan inovasi yang dilakukan oleh Kelompok Tani di Kampung Kayu Indah yang berhasil mengembangkan pupuk lokal bernama Pourinka. Inovasi tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa masyarakat mampu menciptakan solusi berbasis potensi daerah.
"Inovasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu berkreasi dan menghadirkan solusi dari potensi yang ada," katanya.
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar pengembangan pupuk lokal dapat berjalan optimal. Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas, bahan baku, hingga pendampingan berkelanjutan seperti riset dan pengujian kualitas produk.
"Standar mutu harus dijaga. Jika sudah teruji dan memenuhi standar, pupuk lokal ini bisa digunakan lebih luas bahkan dipasarkan," tegasnya.
Selain itu, ia pun menyoroti adanya dampak dari pengembangan pupuk lokal, yakni meningkatkan hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani. Hal ini dinilai dapat memperkuat ekonomi berbasis desa.
Sumadi pun mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya agar inovasi pupuk lokal di Berau dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
"Kolaborasi semua pihak sangat penting agar inovasi ini mampu bersaing dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ilustrasi pupuk. (Freepik)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti potensi besar pengembangan pupuk lokal sebagai solusi kebutuhan pertanian sekaligus peluang ekonomi baru bagi petani.
Menurutnya selama ini persoalan pupuk masih menjadi kendala klasik yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan pasokan hingga ketergantungan pada distribusi dari luar daerah.
"Selama ini persoalan pupuk kerap menjadi kendala klasik di sektor pertanian, baik dari sisi pasokan maupun distribusi," ujar Sumadi.
Ia pun menilai kehadiran pupuk lokal dapat menjadi jalan keluar yang lebih mandiri sekaligus produktif bagi masyarakat.
"Kalau dikelola dengan baik, pupuk lokal ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual," tuturnya.
Ia mencontohkan inovasi yang dilakukan oleh Kelompok Tani di Kampung Kayu Indah yang berhasil mengembangkan pupuk lokal bernama Pourinka. Inovasi tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa masyarakat mampu menciptakan solusi berbasis potensi daerah.
"Inovasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu berkreasi dan menghadirkan solusi dari potensi yang ada," katanya.
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar pengembangan pupuk lokal dapat berjalan optimal. Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas, bahan baku, hingga pendampingan berkelanjutan seperti riset dan pengujian kualitas produk.
"Standar mutu harus dijaga. Jika sudah teruji dan memenuhi standar, pupuk lokal ini bisa digunakan lebih luas bahkan dipasarkan," tegasnya.
Selain itu, ia pun menyoroti adanya dampak dari pengembangan pupuk lokal, yakni meningkatkan hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani. Hal ini dinilai dapat memperkuat ekonomi berbasis desa.
Sumadi pun mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya agar inovasi pupuk lokal di Berau dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
"Kolaborasi semua pihak sangat penting agar inovasi ini mampu bersaing dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)