DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Soroti Keterbatasan Ambulans Gratis di Berau, Minta Adanya Penambahan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    30 Maret 2026 pukul 20:32 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Layanan ambulans gratis di Kabupaten Berau kini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. 

    Keterbatasan armada di tengah meningkatnya kebutuhan rujukan pasien dinilai menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin mengungkap tingginya permintaan layanan ambulans, khususnya bagi pasien yang harus dirujuk ke luar daerah menunjukkan pentingnya peran transportasi medis dalam sistem kesehatan daerah.

    "Ini bukan kondisi yang bisa dianggap biasa. Kita melihat adanya peningkatan kebutuhan yang signifikan dan ini harus dijawab dengan kesiapan layanan yang lebih baik," ujar Thamrin.

    Menurutnya layanan ambulans gratis, terutama yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah menjadi tumpuan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu. Namun keterbatasan jumlah unit membuat layanan tersebut belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan.

    "Ambulans ini sudah menjadi harapan masyarakat. Ketika permintaan meningkat, maka armada juga harus ikut ditingkatkan," tuturnya.

    Ia menilai kondisi tersebut akan berdampak langsung pada waktu respons layanan. Tak jarang pasien harus menunggu giliran ambulans karena unit yang tersedia terbatas.

    "Kalau harus antre, ini sangat berisiko. Kita tidak bicara soal kenyamanan, tapi soal keselamatan. Keterlambatan bisa berakibat fatal," katanya.

    Thamrin juga menyoroti pentingnya kesiapan operasional, termasuk kondisi kendaraan, kelengkapan fasilitas medis, serta kesiapan pengemudi. Hal ini menjadi penting mengingat jarak tempuh rujukan ke kota seperti Balikpapan dan Samarinda yang cukup jauh dan menantang

    "Ini perjalanan panjang dengan risiko tinggi. Ambulans harus dalam kondisi prima dan pengemudi harus benar-benar siap menghadapi berbagai situasi di jalan," jelasnya.

    Ia menegaskan penguatan layanan ambulans tidak bisa dilakukan secara parsial. Sehingga penambahan armada harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

    "Jangan hanya menambah unit, tapi pastikan semuanya siap digunakan kapan saja. Ini layanan darurat, tidak boleh ada kompromi," ujarnya.

    Oleh karena itu, dia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan ambulans gratis. Keterlibatan pemerintah daerah, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, serta dukungan masyarakat dinilai penting untuk menjawab kebutuhan yang terus meningkat.

    "Kami di DPRD mendukung penuh, tapi ini tanggung jawab bersama. Kalau semua pihak bergerak, saya yakin layanan ini bisa lebih baik," tambahnya.

    Menurut Thamrin, ambulans gratis bukan sekadar sarana transportasi, melainkan bagian penting dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.

    "Ini soal kemanusiaan. Ambulans itu adalah harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. Kita harus pastikan setiap panggilan bantuan bisa dijawab dengan cepat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Soroti Keterbatasan Ambulans Gratis di Berau, Minta Adanya Penambahan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    30 Maret 2026 pukul 20:32 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Layanan ambulans gratis di Kabupaten Berau kini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. 

    Keterbatasan armada di tengah meningkatnya kebutuhan rujukan pasien dinilai menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin mengungkap tingginya permintaan layanan ambulans, khususnya bagi pasien yang harus dirujuk ke luar daerah menunjukkan pentingnya peran transportasi medis dalam sistem kesehatan daerah.

    "Ini bukan kondisi yang bisa dianggap biasa. Kita melihat adanya peningkatan kebutuhan yang signifikan dan ini harus dijawab dengan kesiapan layanan yang lebih baik," ujar Thamrin.

    Menurutnya layanan ambulans gratis, terutama yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah menjadi tumpuan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu. Namun keterbatasan jumlah unit membuat layanan tersebut belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan.

    "Ambulans ini sudah menjadi harapan masyarakat. Ketika permintaan meningkat, maka armada juga harus ikut ditingkatkan," tuturnya.

    Ia menilai kondisi tersebut akan berdampak langsung pada waktu respons layanan. Tak jarang pasien harus menunggu giliran ambulans karena unit yang tersedia terbatas.

    "Kalau harus antre, ini sangat berisiko. Kita tidak bicara soal kenyamanan, tapi soal keselamatan. Keterlambatan bisa berakibat fatal," katanya.

    Thamrin juga menyoroti pentingnya kesiapan operasional, termasuk kondisi kendaraan, kelengkapan fasilitas medis, serta kesiapan pengemudi. Hal ini menjadi penting mengingat jarak tempuh rujukan ke kota seperti Balikpapan dan Samarinda yang cukup jauh dan menantang

    "Ini perjalanan panjang dengan risiko tinggi. Ambulans harus dalam kondisi prima dan pengemudi harus benar-benar siap menghadapi berbagai situasi di jalan," jelasnya.

    Ia menegaskan penguatan layanan ambulans tidak bisa dilakukan secara parsial. Sehingga penambahan armada harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

    "Jangan hanya menambah unit, tapi pastikan semuanya siap digunakan kapan saja. Ini layanan darurat, tidak boleh ada kompromi," ujarnya.

    Oleh karena itu, dia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan ambulans gratis. Keterlibatan pemerintah daerah, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, serta dukungan masyarakat dinilai penting untuk menjawab kebutuhan yang terus meningkat.

    "Kami di DPRD mendukung penuh, tapi ini tanggung jawab bersama. Kalau semua pihak bergerak, saya yakin layanan ini bisa lebih baik," tambahnya.

    Menurut Thamrin, ambulans gratis bukan sekadar sarana transportasi, melainkan bagian penting dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.

    "Ini soal kemanusiaan. Ambulans itu adalah harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. Kita harus pastikan setiap panggilan bantuan bisa dijawab dengan cepat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)