DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Sebut Steenkolen 1912 Berpotensi Jadi Ikon Wisata Sejarah Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    27 Februari 2026 08:30 WIB

    Bangunan Tua Museum Batu Bara, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Revitalisasi kawasan bersejarah Steenkolen 1912 di Kecamatan Teluk Bayur terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau.

    Kalangan legislatif menilai penataan kawasan yang menyimpan jejak sejarah pertambangan batu bara itu harus dibarengi dengan rencana pemanfaatan jangka panjang dan berkelanjutan, agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam menjaga dan menata bangunan-bangunan tua di kawasan tersebut. Ia menyebut pelestarian situs bersejarah merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan identitas daerah.

    "Kami sangat mengapresiasi Pemkab Berau yang telah memperhatikan dan menjaga situs bersejarah seperti Steenkolen 1912. Ini adalah bagian dari identitas sejarah Berau yang harus dipertahankan," ujar Agus.

    Ia menyoroti pemasangan gerbang di depan eks kantor camat sebagai langkah awal yang positif dalam penataan kawasan. Ia menekankan revitalisasi tidak boleh berhenti pada aspek estetika semata.

    "Penataan fisik kawasan ini harus disertai dengan pemanfaatan yang jelas agar bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi simbol tanpa fungsi," tegasnya.

    Menurutnya sejumlah bangunan lama di kawasan tersebut masih memiliki nilai historis yang kuat dan berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, sekaligus sarana edukasi. Gedung bioskop tua dan kantor camat lama termasuk di antara bangunan yang dinilai layak untuk difungsikan kembali.

    "Ada beberapa titik bangunan yang sangat bernilai, seperti gedung bioskop dan kantor camat. Bangunan-bangunan ini bisa dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai tempat wisata sejarah yang edukatif," jelasnya.

    Ia juga kembali mendorong agar pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur yang telah diusulkan sejak tahun lalu dapat direalisasikan pada 2026 mendatang.

    "Kami sudah mengusulkan pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur sejak tahun lalu. Kami berharap ini dapat menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026," katanya.

    Agus menegaskan optimalisasi kawasan bersejarah Steenkolen 1912 tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Teluk Bayur.

    "Dengan perencanaan matang dan berkelanjutan, saya yakin kawasan itu bisa menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan masyarakat Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Sebut Steenkolen 1912 Berpotensi Jadi Ikon Wisata Sejarah Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    27 Februari 2026 08:30 WIB

    Bangunan Tua Museum Batu Bara, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Revitalisasi kawasan bersejarah Steenkolen 1912 di Kecamatan Teluk Bayur terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau.

    Kalangan legislatif menilai penataan kawasan yang menyimpan jejak sejarah pertambangan batu bara itu harus dibarengi dengan rencana pemanfaatan jangka panjang dan berkelanjutan, agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam menjaga dan menata bangunan-bangunan tua di kawasan tersebut. Ia menyebut pelestarian situs bersejarah merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan identitas daerah.

    "Kami sangat mengapresiasi Pemkab Berau yang telah memperhatikan dan menjaga situs bersejarah seperti Steenkolen 1912. Ini adalah bagian dari identitas sejarah Berau yang harus dipertahankan," ujar Agus.

    Ia menyoroti pemasangan gerbang di depan eks kantor camat sebagai langkah awal yang positif dalam penataan kawasan. Ia menekankan revitalisasi tidak boleh berhenti pada aspek estetika semata.

    "Penataan fisik kawasan ini harus disertai dengan pemanfaatan yang jelas agar bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi simbol tanpa fungsi," tegasnya.

    Menurutnya sejumlah bangunan lama di kawasan tersebut masih memiliki nilai historis yang kuat dan berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, sekaligus sarana edukasi. Gedung bioskop tua dan kantor camat lama termasuk di antara bangunan yang dinilai layak untuk difungsikan kembali.

    "Ada beberapa titik bangunan yang sangat bernilai, seperti gedung bioskop dan kantor camat. Bangunan-bangunan ini bisa dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai tempat wisata sejarah yang edukatif," jelasnya.

    Ia juga kembali mendorong agar pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur yang telah diusulkan sejak tahun lalu dapat direalisasikan pada 2026 mendatang.

    "Kami sudah mengusulkan pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur sejak tahun lalu. Kami berharap ini dapat menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026," katanya.

    Agus menegaskan optimalisasi kawasan bersejarah Steenkolen 1912 tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Teluk Bayur.

    "Dengan perencanaan matang dan berkelanjutan, saya yakin kawasan itu bisa menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan masyarakat Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)