Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Sakirman, menyebut persoalan infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sambaliung yang digelar baru-baru ini. Dimana, ia juga menyoroti kondisi jalan poros di sejumlah kampung yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.
Menurut Sakirman, kerusakan jalan poros sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, mengingat jalan tersebut menjadi akses utama penghubung antar kampung.
"Dari penyampaian kepala kampung, hampir 80 persen usulan yang masuk dalam Musrenbang adalah terkait jalan poros. Ini menunjukkan bahwa perbaikan dan penguatan jalan masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat," ujarnya.
Ia menyebutkan, beberapa kampung seperti Kampung Sukan, Tumbit Dayak, Pegat Bukur, dan Long Lanuk dan sebagainya bahkan telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan poros. Namun hingga saat ini, usulan tersebut masih terus disampaikan setiap tahun dalam Musrenbang.
"Usulan ini selalu berulang karena jalan poros tersebut memang difungsikan sebagai penghubung antar kampung dan sangat dibutuhkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari," jelasnya.
Selain itu, Dirinya juga menyoroti ketersediaan air bersih yang masih menjadi permasalahan di beberapa wilayah, khususnya di Kampung Pegat Bukur. Ia menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Air bersih ini sangat penting. Di Pegat Bukur masih menjadi persoalan, dan kami berharap ini bisa segera diselesaikan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," katanya.
Ia menyebut, persoalan air bersih tidak hanya terjadi di Kecamatan Sambaliung, tetapi juga di kecamatan lain seperti Kecamatan Tabalar, yang masih menghadapi kendala serupa.
Sakirman berharap hasil Musrenbang tidak hanya menjadi catatan perencanaan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti. Sehingga, dirinya meminta tim teknis dari Pemkab Berau segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung.
"Saya berharap tim teknis bisa segera turun agar apa yang disampaikan dalam Musrenbang ini bisa terealisasi dan menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Dapil IV, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Kabupaten Berau dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Sakirman, menyebut persoalan infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sambaliung yang digelar baru-baru ini. Dimana, ia juga menyoroti kondisi jalan poros di sejumlah kampung yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.
Menurut Sakirman, kerusakan jalan poros sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, mengingat jalan tersebut menjadi akses utama penghubung antar kampung.
"Dari penyampaian kepala kampung, hampir 80 persen usulan yang masuk dalam Musrenbang adalah terkait jalan poros. Ini menunjukkan bahwa perbaikan dan penguatan jalan masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat," ujarnya.
Ia menyebutkan, beberapa kampung seperti Kampung Sukan, Tumbit Dayak, Pegat Bukur, dan Long Lanuk dan sebagainya bahkan telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan poros. Namun hingga saat ini, usulan tersebut masih terus disampaikan setiap tahun dalam Musrenbang.
"Usulan ini selalu berulang karena jalan poros tersebut memang difungsikan sebagai penghubung antar kampung dan sangat dibutuhkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari," jelasnya.
Selain itu, Dirinya juga menyoroti ketersediaan air bersih yang masih menjadi permasalahan di beberapa wilayah, khususnya di Kampung Pegat Bukur. Ia menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Air bersih ini sangat penting. Di Pegat Bukur masih menjadi persoalan, dan kami berharap ini bisa segera diselesaikan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," katanya.
Ia menyebut, persoalan air bersih tidak hanya terjadi di Kecamatan Sambaliung, tetapi juga di kecamatan lain seperti Kecamatan Tabalar, yang masih menghadapi kendala serupa.
Sakirman berharap hasil Musrenbang tidak hanya menjadi catatan perencanaan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti. Sehingga, dirinya meminta tim teknis dari Pemkab Berau segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung.
"Saya berharap tim teknis bisa segera turun agar apa yang disampaikan dalam Musrenbang ini bisa terealisasi dan menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)