DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Ingatkan Dampak Harga Mahal di Kawasan Wisata Bisa Turunkan Minat Pengunjung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2026 pukul 15:27 WITA

    Destinasi Wisata Pulau Derawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mendorong pemerintah daerah untuk dapat menata harga makanan dan oleh-oleh di kawasan wisata. Penataan harga ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah Kabupaten Berau.

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa kenaikan harga yang tidak terkendali, terutama saat jumlah pengunjung meningkat, dapat merusak citra pariwisata dan membuat wisatawan enggan kembali.

    "Kalau harga tidak terkendali, citra pariwisata kita bisa rusak. Wisatawan bisa merasa dirugikan dan akhirnya enggan kembali berkunjung," ujar Sumadi.

    Ia menekankan, pariwisata seharusnya dibangun secara berkelanjutan. Dimana, menurutnya dengan menaikkan harga secara berlebihan hanya dapat menguntungkan jangka pendek, namun berisiko menurunkan minat wisatawan dan merusak reputasi daerah.

    Sementara itu, dirinya pun memberi contoh dengan daerah tujuan wisata populer seperti Yogyakarta dan Bandung, yang berhasil menjaga harga tetap terjangkau sehingga wisatawan nyaman berkunjung berulang kali.

    "Wisatawan datang untuk mencari pengalaman, termasuk kuliner dan oleh-oleh. Jika harga terlalu mahal, tentu mereka akan merasa kecewa. Ini harus menjadi perhatian bersama," terangnya.

    Oleh karena itu, ia pun mendorong agar pemerintah daerah segera merumuskan standar harga sebagai pedoman bagi pelaku usaha.

    "Pengaturan harga bukan untuk merugikan pelaku usaha, tetapi untuk menjaga daya tarik wisata daerah. Jika citra pariwisata baik, manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat," tambahnya.

    Kendati demikian, Sumadi menilai pentingnya penataan harga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun pariwisata Berau yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal.

    "Dengan aturan itu diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara keuntungan pelaku usaha dan kenyamanan pengunjung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Ingatkan Dampak Harga Mahal di Kawasan Wisata Bisa Turunkan Minat Pengunjung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2026 pukul 15:27 WITA

    Destinasi Wisata Pulau Derawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mendorong pemerintah daerah untuk dapat menata harga makanan dan oleh-oleh di kawasan wisata. Penataan harga ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah Kabupaten Berau.

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa kenaikan harga yang tidak terkendali, terutama saat jumlah pengunjung meningkat, dapat merusak citra pariwisata dan membuat wisatawan enggan kembali.

    "Kalau harga tidak terkendali, citra pariwisata kita bisa rusak. Wisatawan bisa merasa dirugikan dan akhirnya enggan kembali berkunjung," ujar Sumadi.

    Ia menekankan, pariwisata seharusnya dibangun secara berkelanjutan. Dimana, menurutnya dengan menaikkan harga secara berlebihan hanya dapat menguntungkan jangka pendek, namun berisiko menurunkan minat wisatawan dan merusak reputasi daerah.

    Sementara itu, dirinya pun memberi contoh dengan daerah tujuan wisata populer seperti Yogyakarta dan Bandung, yang berhasil menjaga harga tetap terjangkau sehingga wisatawan nyaman berkunjung berulang kali.

    "Wisatawan datang untuk mencari pengalaman, termasuk kuliner dan oleh-oleh. Jika harga terlalu mahal, tentu mereka akan merasa kecewa. Ini harus menjadi perhatian bersama," terangnya.

    Oleh karena itu, ia pun mendorong agar pemerintah daerah segera merumuskan standar harga sebagai pedoman bagi pelaku usaha.

    "Pengaturan harga bukan untuk merugikan pelaku usaha, tetapi untuk menjaga daya tarik wisata daerah. Jika citra pariwisata baik, manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat," tambahnya.

    Kendati demikian, Sumadi menilai pentingnya penataan harga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun pariwisata Berau yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal.

    "Dengan aturan itu diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara keuntungan pelaku usaha dan kenyamanan pengunjung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)