Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mendorong percepatan realisasi pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Desakan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman peredaran narkotika di wilayah pesisir dan jalur terbuka yang dinilai rawan menjadi pintu masuk peredaran barang terlarang.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menegaskan keberadaan kantor BNNK sudah menjadi kebutuhan mendesak dan tidak bisa lagi hanya sebatas wacana.
"Rencana ini sudah cukup untuk dibahas. Kami di DPRD berharap BNNP Kaltim tidak hanya menyampaikan wacana, tetapi benar-benar merealisasikan pembangunan kantor BNNK di Berau," ujar Elita.
Ia menilai, penguatan kelembagaan sangat penting agar penanganan narkotika dapat dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi.
"Kalau kita bicara penanganan narkoba, tidak cukup hanya penindakan. Harus ada pencegahan dan rehabilitasi yang terintegrasi dan itu membutuhkan sarana yang representatif seperti kantor BNNK," jelasnya.
Ia menyebut kondisi geografis Berau yang memiliki banyak jalur masuk darat maupun laut akan berpotensi meningkatkan kerawanan peredaran narkotika.
"Kalau tidak diperkuat dari sekarang, kita khawatir peredaran narkoba semakin meluas. Berau ini wilayah terbuka, jalur masuk cukup banyak," ujarnya.
Ia pun menilai dengan meningkatnya ancaman narkotika di wilayah pesisir dan jalur terbuka, maka pihaknya mendorong percepatan realisasi BNNK Berau.
"Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba di daerah," tambahnya.
Sementara itu, dia juga menyebut Pemkab Berau telah menunjukkan kesiapan dengan menyiapkan lahan serta memenuhi persyaratan pendukung lainnya. Namun hingga kini, realisasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum terlihat konkret.
"Dari sisi daerah, kita sudah siap. Lahan sudah disiapkan, dukungan juga ada. Sekarang tinggal bagaimana BNNP Kaltim bisa segera menindaklanjuti dengan langkah konkret," katanya.
Oleh karena itu, Elita memastikan akan terus mengawal proses pembentukan BNNK agar tidak berlarut-larut. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi bagian dari sistem perlindungan masyarakat secara menyeluruh.
"Ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sistem perlindungan bagi masyarakat, sekaligus memaksimalkan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau mendorong percepatan realisasi pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Desakan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman peredaran narkotika di wilayah pesisir dan jalur terbuka yang dinilai rawan menjadi pintu masuk peredaran barang terlarang.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menegaskan keberadaan kantor BNNK sudah menjadi kebutuhan mendesak dan tidak bisa lagi hanya sebatas wacana.
"Rencana ini sudah cukup untuk dibahas. Kami di DPRD berharap BNNP Kaltim tidak hanya menyampaikan wacana, tetapi benar-benar merealisasikan pembangunan kantor BNNK di Berau," ujar Elita.
Ia menilai, penguatan kelembagaan sangat penting agar penanganan narkotika dapat dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi.
"Kalau kita bicara penanganan narkoba, tidak cukup hanya penindakan. Harus ada pencegahan dan rehabilitasi yang terintegrasi dan itu membutuhkan sarana yang representatif seperti kantor BNNK," jelasnya.
Ia menyebut kondisi geografis Berau yang memiliki banyak jalur masuk darat maupun laut akan berpotensi meningkatkan kerawanan peredaran narkotika.
"Kalau tidak diperkuat dari sekarang, kita khawatir peredaran narkoba semakin meluas. Berau ini wilayah terbuka, jalur masuk cukup banyak," ujarnya.
Ia pun menilai dengan meningkatnya ancaman narkotika di wilayah pesisir dan jalur terbuka, maka pihaknya mendorong percepatan realisasi BNNK Berau.
"Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba di daerah," tambahnya.
Sementara itu, dia juga menyebut Pemkab Berau telah menunjukkan kesiapan dengan menyiapkan lahan serta memenuhi persyaratan pendukung lainnya. Namun hingga kini, realisasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum terlihat konkret.
"Dari sisi daerah, kita sudah siap. Lahan sudah disiapkan, dukungan juga ada. Sekarang tinggal bagaimana BNNP Kaltim bisa segera menindaklanjuti dengan langkah konkret," katanya.
Oleh karena itu, Elita memastikan akan terus mengawal proses pembentukan BNNK agar tidak berlarut-larut. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi bagian dari sistem perlindungan masyarakat secara menyeluruh.
"Ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sistem perlindungan bagi masyarakat, sekaligus memaksimalkan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)