DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Dorong Penguatan Bahasa Inggris di Sekolah Wilayah Wisata Pesisir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2025 pukul 16:46 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong peningkatan kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, bagi generasi muda di wilayah wisata pesisir Kabupaten Berau, salah satunya di Kecamatan Maratua.

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong mengatakan bahwa langkah ini penting sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi perkembangan pariwisata yang semakin pesat di kawasan tersebut.

    "Maratua ini daerah tujuan wisata. Anak-anak kita di sana harus disiapkan sejak dini, bukan hanya memahami teori, tapi juga mampu berkomunikasi langsung dengan wisatawan asing yang datang. Jangan sampai mereka hanya bisa berkata yes, no, dan how are you saja," ujar Rudi.

    Oleh karena itu, ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, melalui Dinas Pendidikan, agar memberikan porsi waktu tambahan untuk pelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Maratua.

    "Penguatan Bahasa asing salah satunya Bahasa Inggris di sekolah-sekolah pesisir bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing SDM lokal, sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah yang tengah berkembang," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya mengusulkan selain pendidikan formal, Dinas Pariwisata juga dapat bekerjasama dengan pengelola resort di Maratua untuk membantu peningkatan kemampuan bahasa asing bagi anak-anak usia sekolah. Ia mencontohkan  kegiatan dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, les, atau bimbingan belajar khusus bahasa asing. 

    "Dana CSR juga bisa dimanfaatkan untuk itu. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi investasi jangka panjang bagi SDM lokal Maratua," katanya.

    Rudi pun menyebut bahwa sudah terdapat sejumlah daerah wisata seperti Lombok dan Bali, di mana anak-anak usia sekolah telah terbiasa menggunakan bahasa asing karena lingkungannya mendukung interaksi dengan wisatawan mancanegara.

    "Kalau daerah lain bisa, kenapa Berau tidak. Ini waktunya kita menyiapkan SDM yang tidak hanya ramah, tapi juga cakap berkomunikasi dengan wisatawan internasional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Dorong Penguatan Bahasa Inggris di Sekolah Wilayah Wisata Pesisir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2025 pukul 16:46 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong peningkatan kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, bagi generasi muda di wilayah wisata pesisir Kabupaten Berau, salah satunya di Kecamatan Maratua.

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong mengatakan bahwa langkah ini penting sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi perkembangan pariwisata yang semakin pesat di kawasan tersebut.

    "Maratua ini daerah tujuan wisata. Anak-anak kita di sana harus disiapkan sejak dini, bukan hanya memahami teori, tapi juga mampu berkomunikasi langsung dengan wisatawan asing yang datang. Jangan sampai mereka hanya bisa berkata yes, no, dan how are you saja," ujar Rudi.

    Oleh karena itu, ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, melalui Dinas Pendidikan, agar memberikan porsi waktu tambahan untuk pelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Maratua.

    "Penguatan Bahasa asing salah satunya Bahasa Inggris di sekolah-sekolah pesisir bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing SDM lokal, sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah yang tengah berkembang," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya mengusulkan selain pendidikan formal, Dinas Pariwisata juga dapat bekerjasama dengan pengelola resort di Maratua untuk membantu peningkatan kemampuan bahasa asing bagi anak-anak usia sekolah. Ia mencontohkan  kegiatan dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, les, atau bimbingan belajar khusus bahasa asing. 

    "Dana CSR juga bisa dimanfaatkan untuk itu. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi investasi jangka panjang bagi SDM lokal Maratua," katanya.

    Rudi pun menyebut bahwa sudah terdapat sejumlah daerah wisata seperti Lombok dan Bali, di mana anak-anak usia sekolah telah terbiasa menggunakan bahasa asing karena lingkungannya mendukung interaksi dengan wisatawan mancanegara.

    "Kalau daerah lain bisa, kenapa Berau tidak. Ini waktunya kita menyiapkan SDM yang tidak hanya ramah, tapi juga cakap berkomunikasi dengan wisatawan internasional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)