DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Dorong Penambahan Dokter Spesialis di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 April 2025 pukul 20:46 WITA

    Anggota DPRD Berau, Frans Lewi (Foto: Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti terkait kurangnya dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai, Kabupaten Berau. 

    Menurutnya, kekurangan tenaga kesehatan yang ahli sangat berdampak signifikan yakni seperti memaksa pasien dengan penyakit tertentu harus dirujuk ke daerah terdekat seperti Tarakan, Samarinda dan Balikpapan.

    "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau perlu memberikan perhatian serius terhadap kurangnya tenaga spesialis untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Kebutuhannya dokter spesialis mendesak. Ini harus dipenuhi," kata Frans.

    Ia mengatakan bahwa pihaknya sempat melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, fasilitas hingga ketersediaan tenaga medis sudah lebih maju ketimbang di Kabupaten Berau. Ia menyebut Ada beberapa point dapat diambil dari hasil kunjungan tersebut.

    "Selama ini, Tarakan kerap menjadi rujukan masyarakat Berau untuk melanjutkan pengobatan," ujarnya.

    Frans pun berharap pemerintah daerah maupun manajemen rumah sakit di Berau bisa konsisten untuk pembaharuan layanan bagi masyarakat.

    "Karena kasihan warga kita juga harus keluar daerah berobat karena lebih maksimal di sana ketimbang didaerah sendiri," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Dorong Penambahan Dokter Spesialis di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 April 2025 pukul 20:46 WITA

    Anggota DPRD Berau, Frans Lewi (Foto: Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti terkait kurangnya dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai, Kabupaten Berau. 

    Menurutnya, kekurangan tenaga kesehatan yang ahli sangat berdampak signifikan yakni seperti memaksa pasien dengan penyakit tertentu harus dirujuk ke daerah terdekat seperti Tarakan, Samarinda dan Balikpapan.

    "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau perlu memberikan perhatian serius terhadap kurangnya tenaga spesialis untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Kebutuhannya dokter spesialis mendesak. Ini harus dipenuhi," kata Frans.

    Ia mengatakan bahwa pihaknya sempat melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, fasilitas hingga ketersediaan tenaga medis sudah lebih maju ketimbang di Kabupaten Berau. Ia menyebut Ada beberapa point dapat diambil dari hasil kunjungan tersebut.

    "Selama ini, Tarakan kerap menjadi rujukan masyarakat Berau untuk melanjutkan pengobatan," ujarnya.

    Frans pun berharap pemerintah daerah maupun manajemen rumah sakit di Berau bisa konsisten untuk pembaharuan layanan bagi masyarakat.

    "Karena kasihan warga kita juga harus keluar daerah berobat karena lebih maksimal di sana ketimbang didaerah sendiri," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)