Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti terkait meningkatnya penggunaan ponsel pada anak usia dini.
Menurutnya guru dan orang tua harus bekerja sama menghadapi tantangan era digital agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gadget.
Sumadi mengatakan kini banyak anak-anak menghabiskan waktu bermain ponsel. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada kebiasaan belajar dan perkembangan anak.
"Sekarang ini anak-anak kita banyak bermain HP. Ini bisa saja berdampak kurang baik bagi anak dan menyebabkan kecanduan bermain HP, sehingga anak malas belajar dan sebagainya," ujar Sumadi.
Ia mendukung upaya pelatihan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), agar guru dapat menghadirkan pembelajaran yang kreatif, modern dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
"Pelatihan untuk guru sangat diperlukan guna mendorong inovasi bagaimana mengurangi penggunaan HP yang terlalu lama dan bagaimana memahami bahayanya kepada anak-anak," tambahnya.
Ia menekankan peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif.
"Saya harap dengan banyak pelatihan kepada pendidik anak, khususnya TK dan PAUD bisa meningkatkan inovasi dalam mendidik anak-anak kita yang masih di bawah umur," katanya.
Ia menilai metode pembelajaran yang kreatif sangat dibutuhkan agar anak lebih aktif tanpa harus bergantung pada gadget.
"Guru harus lebih aktif dan berinovasi dalam pembelajaran. Anak-anak sekarang lebih cepat mengerti dan lebih cerdas. Tantangannya adalah mereka terlalu dekat dengan HP. Itu yang harus kita waspadai," jelasnya.
Sementara Sumadi juga menegaskan pentingnya peran orang tua di rumah. Ia menilai anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga, sehingga diperlukan bimbingan dan pengawasan dari orang tua.
"Di sekolah anak-anak diberi tahu bahaya terlalu lama main HP, tapi di rumah orang tua juga harus memberi jadwal. Bukan tidak boleh main HP, tapi secukupnya dan harus diawasi karena anak masih butuh bimbingan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menyoroti terkait meningkatnya penggunaan ponsel pada anak usia dini.
Menurutnya guru dan orang tua harus bekerja sama menghadapi tantangan era digital agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gadget.
Sumadi mengatakan kini banyak anak-anak menghabiskan waktu bermain ponsel. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada kebiasaan belajar dan perkembangan anak.
"Sekarang ini anak-anak kita banyak bermain HP. Ini bisa saja berdampak kurang baik bagi anak dan menyebabkan kecanduan bermain HP, sehingga anak malas belajar dan sebagainya," ujar Sumadi.
Ia mendukung upaya pelatihan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), agar guru dapat menghadirkan pembelajaran yang kreatif, modern dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
"Pelatihan untuk guru sangat diperlukan guna mendorong inovasi bagaimana mengurangi penggunaan HP yang terlalu lama dan bagaimana memahami bahayanya kepada anak-anak," tambahnya.
Ia menekankan peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif.
"Saya harap dengan banyak pelatihan kepada pendidik anak, khususnya TK dan PAUD bisa meningkatkan inovasi dalam mendidik anak-anak kita yang masih di bawah umur," katanya.
Ia menilai metode pembelajaran yang kreatif sangat dibutuhkan agar anak lebih aktif tanpa harus bergantung pada gadget.
"Guru harus lebih aktif dan berinovasi dalam pembelajaran. Anak-anak sekarang lebih cepat mengerti dan lebih cerdas. Tantangannya adalah mereka terlalu dekat dengan HP. Itu yang harus kita waspadai," jelasnya.
Sementara Sumadi juga menegaskan pentingnya peran orang tua di rumah. Ia menilai anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga, sehingga diperlukan bimbingan dan pengawasan dari orang tua.
"Di sekolah anak-anak diberi tahu bahaya terlalu lama main HP, tapi di rumah orang tua juga harus memberi jadwal. Bukan tidak boleh main HP, tapi secukupnya dan harus diawasi karena anak masih butuh bimbingan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)