Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau soroti capaian ekspor ikan kerapu mencapai sekitar 149 ton per tahun dengan pengiriman rutin 10 ton per bulan ke Hongkong.
Angka ini berdasarkan data Dinas Perikanan (Diskan) Berau. Komoditas unggulan sektor perikanan ini dinilai memiliki potensi besar di pasar internasional, namun perlu penguatan, terutama pada aspek kualitas budi daya.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menyampaikan apresiasi atas stabilnya produksi dan berjalannya aktivitas ekspor kerapu dari daerah tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan sektor perikanan Berau masih memiliki daya saing yang kuat.
"Kami di DPRD Berau melihat potensi ekspor kerapu ini sangat besar. Ini capaian yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," ujar Agus.
Ia menegaskan, meskipun Hongkong menjadi pasar utama dan jalur distribusi penting, penguatan kualitas budi daya menjadi faktor kunci agar produk kerapu Berau mampu bersaing di pasar global yang lebih luas.
"Yang paling penting ke depan adalah peningkatan kualitas budi daya. Mulai dari teknik pemeliharaan, pakan, hingga standar ekspor harus terus diperbaiki," tuturnya.
Oleh karena itu, ia juga mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperkuat pendampingan kepada pembudi daya, sehingga produk perikanan Berau dapat memenuhi standar internasional dan menembus pasar lain seperti Eropa dan China.
"Kalau kualitasnya baik dan konsisten, maka peluang ekspor kita akan semakin terbuka lebar," tambahnya.
Agus pun menilai keberlanjutan ekspor kerapu tidak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kemampuan daerah dalam menjaga mutu secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
"Ke depan, bukan hanya soal banyaknya produksi, tetapi bagaimana kita memastikan kualitas tetap terjaga secara berkelanjutan agar kepercayaan pasar internasional tidak hilang," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau soroti capaian ekspor ikan kerapu mencapai sekitar 149 ton per tahun dengan pengiriman rutin 10 ton per bulan ke Hongkong.
Angka ini berdasarkan data Dinas Perikanan (Diskan) Berau. Komoditas unggulan sektor perikanan ini dinilai memiliki potensi besar di pasar internasional, namun perlu penguatan, terutama pada aspek kualitas budi daya.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menyampaikan apresiasi atas stabilnya produksi dan berjalannya aktivitas ekspor kerapu dari daerah tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan sektor perikanan Berau masih memiliki daya saing yang kuat.
"Kami di DPRD Berau melihat potensi ekspor kerapu ini sangat besar. Ini capaian yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," ujar Agus.
Ia menegaskan, meskipun Hongkong menjadi pasar utama dan jalur distribusi penting, penguatan kualitas budi daya menjadi faktor kunci agar produk kerapu Berau mampu bersaing di pasar global yang lebih luas.
"Yang paling penting ke depan adalah peningkatan kualitas budi daya. Mulai dari teknik pemeliharaan, pakan, hingga standar ekspor harus terus diperbaiki," tuturnya.
Oleh karena itu, ia juga mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperkuat pendampingan kepada pembudi daya, sehingga produk perikanan Berau dapat memenuhi standar internasional dan menembus pasar lain seperti Eropa dan China.
"Kalau kualitasnya baik dan konsisten, maka peluang ekspor kita akan semakin terbuka lebar," tambahnya.
Agus pun menilai keberlanjutan ekspor kerapu tidak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kemampuan daerah dalam menjaga mutu secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
"Ke depan, bukan hanya soal banyaknya produksi, tetapi bagaimana kita memastikan kualitas tetap terjaga secara berkelanjutan agar kepercayaan pasar internasional tidak hilang," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)