DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Pengelolaan Pasar SAD, Harap Tidak Beratkan Pedagang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Februari 2025 pukul 19:19 WITA

    Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong Dinas terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk berinovasi dalam pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD). 

    Oleh karena itu, ia menekankan dalam upaya meningkatkan pendapatan pasar pentingnya tidak membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan biaya yang tinggi. Karena menurutnya pasar adalah pusat kegiatan ekonomi masyarakat kecil.

    "Kita tidak bisa membebankan mereka dengan biaya atau pungutan yang justru menyulitkan, pemerintah daerah harus mencari solusi yang seimbang, termasuk mempertimbangkan subsidi dan pengelolaan pasar yang lebih baik," ujar Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

    Ia pun menegaskan bahwa dirinya akan terus mendukung kebijakan selama itu berpihak kepada masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mendukung penuh subsidi tambahan jika diperlukan untuk menjaga kesejahteraan pelaku UMKM.

    "Yang penting, pasar tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dan tidak membebani mereka dengan biaya yang tinggi," katanya.

    Ia pun menyebut persoalan tunggakan sewa kios dan lapak yang perlu ditangani secara menyeluruh, agar tidak menambah beban keuangan yang lebih besar daripada pendapatan pasar.

    "Tinggal pengelolaannya bagaimana agar pendapatan dari pasar bisa seimbang, atau bahkan nol juga tidak apa-apa yang penting jangan sampai minus," tuturnya.

    Dirinya menegaskan bahwa pengelolaan pasar yang baik tidak hanya bergantung pada pendapatan dari sewa kios atau lapak.

    "Pemerintah harus kreatif dalam mencari sumber pendapatan alternatif," ujarnya

    Selain itu, Dedy juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. Sehingga dapat menjadi faktor yang menarik lebih banyak pembeli dan mendukung peningkatan omzet pedagang.

    "Diharapkan Pasar SAD dapat menjadi contoh pengelolaan pasar tradisional yang modern, efisien, dan tetap berpihak kepada pedagang kecil serta masyarakat umum," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Pengelolaan Pasar SAD, Harap Tidak Beratkan Pedagang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Februari 2025 pukul 19:19 WITA

    Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong Dinas terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk berinovasi dalam pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD). 

    Oleh karena itu, ia menekankan dalam upaya meningkatkan pendapatan pasar pentingnya tidak membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan biaya yang tinggi. Karena menurutnya pasar adalah pusat kegiatan ekonomi masyarakat kecil.

    "Kita tidak bisa membebankan mereka dengan biaya atau pungutan yang justru menyulitkan, pemerintah daerah harus mencari solusi yang seimbang, termasuk mempertimbangkan subsidi dan pengelolaan pasar yang lebih baik," ujar Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

    Ia pun menegaskan bahwa dirinya akan terus mendukung kebijakan selama itu berpihak kepada masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mendukung penuh subsidi tambahan jika diperlukan untuk menjaga kesejahteraan pelaku UMKM.

    "Yang penting, pasar tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dan tidak membebani mereka dengan biaya yang tinggi," katanya.

    Ia pun menyebut persoalan tunggakan sewa kios dan lapak yang perlu ditangani secara menyeluruh, agar tidak menambah beban keuangan yang lebih besar daripada pendapatan pasar.

    "Tinggal pengelolaannya bagaimana agar pendapatan dari pasar bisa seimbang, atau bahkan nol juga tidak apa-apa yang penting jangan sampai minus," tuturnya.

    Dirinya menegaskan bahwa pengelolaan pasar yang baik tidak hanya bergantung pada pendapatan dari sewa kios atau lapak.

    "Pemerintah harus kreatif dalam mencari sumber pendapatan alternatif," ujarnya

    Selain itu, Dedy juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. Sehingga dapat menjadi faktor yang menarik lebih banyak pembeli dan mendukung peningkatan omzet pedagang.

    "Diharapkan Pasar SAD dapat menjadi contoh pengelolaan pasar tradisional yang modern, efisien, dan tetap berpihak kepada pedagang kecil serta masyarakat umum," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)