Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Liliansyah, menyoroti kebutuhan mendesak nelayan di daerah pesisir, terutama terkait alat tangkap perikanan. Aspirasi ini terungkap saat reses yang digelar di sejumlah kampung pesisir.
Ia pun mengatakan bahwa dari reses yang dirinya lakukan masyarakat banyak menyampaikan berbagai permintaan, mulai dari sarana dasar, bantuan kelompok peternak, hingga pupuk dan alat pertanian. Namun, yang paling kerap muncul adalah permintaan alat tangkap, karena sektor perikanan yang menjadi sumber penghasilan utama mereka.
"Kami setiap reses ini pasti yang di minta masyarakat adalah alat tangkap. Masalahnya pengadaan alat tangkap baik itu kapal baik tu mesin, jaring dan sebagainya tidak boleh lagi di kabupaten," ujar Liliansyah.
Sementara itu, politisi dapil pesisir itu pun mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya juga telah berupaya dan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Berau, namun yang menjadi kendala utama yakni regulasi.
"Dinas Perikanan bilang pengadaan tidak bisa, pelatihan masih bisa. Tapi nelayan sudah ahli menangkap ikan, jadi pelatihan tidak terlalu dibutuhkan," tambahnya.
Dirinya menyebut bahwa saat ini, nelayan di Tanjung Batu telah menerima mesin kapal melalui Program Alokasi Dana Kampung (ADK).
Oleh karena itu, Liliansyah berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi agar kebutuhan nelayan khususnya di daerah pesisir tetap dapat terpenuhi, meskipun anggaran harus disesuaikan dengan efisiensi. mengingat mayoritas warga pesisir banyak menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan atau nelayan.
"Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kebutuhan masyarakat, tapi memprioritaskan. Kepala Kampung sudah menyampaikan prioritas melalui Musrenbang. Jangan sampai masyarakat bosan menyampaikan hal yang sama setiap tahunnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Liliansyah, menyoroti kebutuhan mendesak nelayan di daerah pesisir, terutama terkait alat tangkap perikanan. Aspirasi ini terungkap saat reses yang digelar di sejumlah kampung pesisir.
Ia pun mengatakan bahwa dari reses yang dirinya lakukan masyarakat banyak menyampaikan berbagai permintaan, mulai dari sarana dasar, bantuan kelompok peternak, hingga pupuk dan alat pertanian. Namun, yang paling kerap muncul adalah permintaan alat tangkap, karena sektor perikanan yang menjadi sumber penghasilan utama mereka.
"Kami setiap reses ini pasti yang di minta masyarakat adalah alat tangkap. Masalahnya pengadaan alat tangkap baik itu kapal baik tu mesin, jaring dan sebagainya tidak boleh lagi di kabupaten," ujar Liliansyah.
Sementara itu, politisi dapil pesisir itu pun mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya juga telah berupaya dan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Berau, namun yang menjadi kendala utama yakni regulasi.
"Dinas Perikanan bilang pengadaan tidak bisa, pelatihan masih bisa. Tapi nelayan sudah ahli menangkap ikan, jadi pelatihan tidak terlalu dibutuhkan," tambahnya.
Dirinya menyebut bahwa saat ini, nelayan di Tanjung Batu telah menerima mesin kapal melalui Program Alokasi Dana Kampung (ADK).
Oleh karena itu, Liliansyah berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi agar kebutuhan nelayan khususnya di daerah pesisir tetap dapat terpenuhi, meskipun anggaran harus disesuaikan dengan efisiensi. mengingat mayoritas warga pesisir banyak menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan atau nelayan.
"Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kebutuhan masyarakat, tapi memprioritaskan. Kepala Kampung sudah menyampaikan prioritas melalui Musrenbang. Jangan sampai masyarakat bosan menyampaikan hal yang sama setiap tahunnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)