DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Kasus Pengoplosan BBM, Harap Perketat Pengawasan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 Maret 2025 pukul 16:24 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menyoroti kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite yang dioplos menjadi Pertamax. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat yang telah memilih BBM tersebut sesuai spesifikasi kendaraan yang mereka gunakan.

    "Tindakan ini sangat merugikan masyarakat. Apalagi, masyarakat sudah membayar lebih mahal demi mendapatkan BBM berkualitas. Jika dicampur dengan jenis BBM lain, jelas tidak sesuai harapan," kata Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

    Ia juga mengatakan, pengoplosan BBM tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian materi masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak mesin kendaraan yang seharusnya menggunakan Pertamax.

    Dirinya pun berharap kejadian ini tidak berlarut-larut dan tidak menutup kemungkinan bahwa BBM oplosan itu masuk di Kabupaten Berau. Apalagi menurutnya masyarakat sangat butuh BBM, sehingga ia berharap pihak terkait dapat segera mengatasinya dan memperketat pengawasan agar bisa terdistribusi dengan tepat sasaran.

    "Saya berharap pihak berwenang meningkatkan pengawasan distribusi BBM di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Berau, untuk melindungi kepentingan konsumen," tandasnya.

    Dengan adanya perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang. Ia berharap permasalahan ini dapat segera ditangani, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan oleh praktik ilegal dalam distribusi BBM. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Kasus Pengoplosan BBM, Harap Perketat Pengawasan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    10 Maret 2025 pukul 16:24 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menyoroti kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite yang dioplos menjadi Pertamax. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat yang telah memilih BBM tersebut sesuai spesifikasi kendaraan yang mereka gunakan.

    "Tindakan ini sangat merugikan masyarakat. Apalagi, masyarakat sudah membayar lebih mahal demi mendapatkan BBM berkualitas. Jika dicampur dengan jenis BBM lain, jelas tidak sesuai harapan," kata Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

    Ia juga mengatakan, pengoplosan BBM tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian materi masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak mesin kendaraan yang seharusnya menggunakan Pertamax.

    Dirinya pun berharap kejadian ini tidak berlarut-larut dan tidak menutup kemungkinan bahwa BBM oplosan itu masuk di Kabupaten Berau. Apalagi menurutnya masyarakat sangat butuh BBM, sehingga ia berharap pihak terkait dapat segera mengatasinya dan memperketat pengawasan agar bisa terdistribusi dengan tepat sasaran.

    "Saya berharap pihak berwenang meningkatkan pengawasan distribusi BBM di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Berau, untuk melindungi kepentingan konsumen," tandasnya.

    Dengan adanya perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang. Ia berharap permasalahan ini dapat segera ditangani, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan oleh praktik ilegal dalam distribusi BBM. (Adv)

    (Sf/Rs)