DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Dampak Tertundanya Gaji Guru Honorer hingga di Bulan Ramadan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2025 pukul 19:27 WITA

    Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb -  Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari menyoroti mengenai keterlambatan pembayaran gaji honorer di kabupaten berau sejak awal tahun 2025 yang menjadi perhatian serius, terutama pada saat bulan Ramadan ini.

    Ia mengatakan bahwa situasi ini tidak hanya terjadi pada tenaga honorer. Namun juga dirasakan oleh karyawan di beberapa perusahaan.

    "Jangankan honorer, ada beberapa perusahaan juga belum menggaji karyawannya. Tahun 2025 ini sepertinya lebih berat. Kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan semua berjalan baik," kata Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari.

    Ia pun sangat perihatin atas kejadian tersebut. Selain itu, dirinya menyebut di beberapa perusahaan bahkan ada juga yang belum menggaji karyawannya selama satu atau bahkan dua bulan. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat penting dan perlu perhatian.

    "Apalagi sebentar lagi sudah waktunya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Gimana THR cair gaji aja belum ya kan. Tapi mudah-mudahan lah, kita berdoa saja," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya juga menyoroti dampak yang dirasakan oleh guru honorer tersebut. Ia khawatir keterlambatan gaji ini akan berdampak pada kinerja yang di lakukan sebagai tenaga pendidik. Apalagi kata dia di bulan Ramadan ini kebutuhan semakin banyak dan meningkat dari hari-hari biasa.

    "Semuanya, sangat membutuhkan pemasukan. terlebih yang punya anak, mungkin ada lagi yang mengontrak, tempat tinggal belum punya sendiri, masih nyewa gitu, belum lagi yang ada cicilan dan sebagainya. Pasti, pusingnya luar biasa," ujarnya.

    Oleh karena itu, sebagai perwakilan rakyat Sri Kumalasari menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha mencari solusi dan mencoba berkordinasi dengan pihak terkait dan perusahaan untuk mencari tahu apa kendala yang di hadapi sehingga mengalami keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat memberi kepastian mengenai pembayaran gaji mereka.

    "Kita akan coba bantu berkomunikasi ke instansi terkait dan pihak perusahaan untuk mencari tahu kendalanya. mudah-mudahan mendapat solusi sehingga hak yang seharusnya di penuhi dapat segera diberikan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti Dampak Tertundanya Gaji Guru Honorer hingga di Bulan Ramadan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2025 pukul 19:27 WITA

    Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb -  Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari menyoroti mengenai keterlambatan pembayaran gaji honorer di kabupaten berau sejak awal tahun 2025 yang menjadi perhatian serius, terutama pada saat bulan Ramadan ini.

    Ia mengatakan bahwa situasi ini tidak hanya terjadi pada tenaga honorer. Namun juga dirasakan oleh karyawan di beberapa perusahaan.

    "Jangankan honorer, ada beberapa perusahaan juga belum menggaji karyawannya. Tahun 2025 ini sepertinya lebih berat. Kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan semua berjalan baik," kata Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari.

    Ia pun sangat perihatin atas kejadian tersebut. Selain itu, dirinya menyebut di beberapa perusahaan bahkan ada juga yang belum menggaji karyawannya selama satu atau bahkan dua bulan. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat penting dan perlu perhatian.

    "Apalagi sebentar lagi sudah waktunya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Gimana THR cair gaji aja belum ya kan. Tapi mudah-mudahan lah, kita berdoa saja," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya juga menyoroti dampak yang dirasakan oleh guru honorer tersebut. Ia khawatir keterlambatan gaji ini akan berdampak pada kinerja yang di lakukan sebagai tenaga pendidik. Apalagi kata dia di bulan Ramadan ini kebutuhan semakin banyak dan meningkat dari hari-hari biasa.

    "Semuanya, sangat membutuhkan pemasukan. terlebih yang punya anak, mungkin ada lagi yang mengontrak, tempat tinggal belum punya sendiri, masih nyewa gitu, belum lagi yang ada cicilan dan sebagainya. Pasti, pusingnya luar biasa," ujarnya.

    Oleh karena itu, sebagai perwakilan rakyat Sri Kumalasari menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha mencari solusi dan mencoba berkordinasi dengan pihak terkait dan perusahaan untuk mencari tahu apa kendala yang di hadapi sehingga mengalami keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat memberi kepastian mengenai pembayaran gaji mereka.

    "Kita akan coba bantu berkomunikasi ke instansi terkait dan pihak perusahaan untuk mencari tahu kendalanya. mudah-mudahan mendapat solusi sehingga hak yang seharusnya di penuhi dapat segera diberikan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)