DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti 10 OPD dengan Serapan Anggaran Terendah

    Penulis:Eliana|Redaktur:Maruly Z
    30 Oktober 2024 pukul 22:40 WITA

    Anggota DPRD Berau, Sutami. (Foto: Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Sutami menanggapi 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan serapan anggaran terendah hingga September 2024. Hal ini diketahui dari hasil evaluasi kepada OPD dan pemerintah kecamatan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait realisasi fisik dan keuangan tahun anggaran 2024 yang dilakukan pemerintah setempat lewat rapat koordinasi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

    Menurut Sutami, tentu penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyerapan anggaran agar tidak terjadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) yang berulang setiap tahun. 

    "Kita juga perlu melihat kenapa anggaran itu tidak terserap. Ada apa, salahnya di mana itu, yang kita mau tau jangan sampai anggaran itu setiap tahunnya selalu di silpa-kan," ujar Sutami.

    Dirinya berkata bahwa nanti akan di evaluasi, dengan adanya evaluasi rutin, maka bisa lebih cepat mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Selain itu, lakukan analisis mendalam untuk mengetahui penyebab utama mengapa anggaran tidak terserap. Apakah ada kendala regulasi, kurangnya kapasitas SDM, atau mungkin kurangnya pemahaman tentang proses pengajuan dan penggunaan anggaran.

    "Nah ini nanti kita evaluasi kenapa bisa tidak terserap anggaran-nya dan banyak tersilpakan di beberapa kecamatan bahkan ada OPD juga seperti itu apakah ada kendala yang memang terkait regulasi ataukah, apakah memang anggaran itu tidak di maksimal kan," ujarnya.

    Ia sangat menyayangkan jika anggaran yang ada tidak digunakan dan dimaksimalkan. "Minimal kitakan harus maksimal kan jangan mengajukan anggaran kemudian tidak terserap. Nah ini juga sayang mending kita larikan kas anggaran itu ketempat atau ke OPD lain," ungkapnya.

    Dirinya mengatakan akan tetap mendorong serta melakukan evaluasi ke depan agar anggaran dapat di maksimalkan penggunaannya. "Kita akan dorong dan kita evaluasi agar kedepan ketika mereka mengajukan lagi anggaran-anggaran itu kalau memang tidak terserap ya kalau perlu kita pangkas, kita sesuaikan dengan yang sudah mereka gunakan," katanya.

    Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyerapannya anggaran dapat meningkat dan silva dapat diminimalisir, sehingga anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. (Adv)

    (Sf/Mr)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Soroti 10 OPD dengan Serapan Anggaran Terendah

    Penulis:Eliana|Redaktur:Maruly Z
    30 Oktober 2024 pukul 22:40 WITA

    Anggota DPRD Berau, Sutami. (Foto: Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Sutami menanggapi 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan serapan anggaran terendah hingga September 2024. Hal ini diketahui dari hasil evaluasi kepada OPD dan pemerintah kecamatan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait realisasi fisik dan keuangan tahun anggaran 2024 yang dilakukan pemerintah setempat lewat rapat koordinasi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

    Menurut Sutami, tentu penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyerapan anggaran agar tidak terjadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) yang berulang setiap tahun. 

    "Kita juga perlu melihat kenapa anggaran itu tidak terserap. Ada apa, salahnya di mana itu, yang kita mau tau jangan sampai anggaran itu setiap tahunnya selalu di silpa-kan," ujar Sutami.

    Dirinya berkata bahwa nanti akan di evaluasi, dengan adanya evaluasi rutin, maka bisa lebih cepat mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Selain itu, lakukan analisis mendalam untuk mengetahui penyebab utama mengapa anggaran tidak terserap. Apakah ada kendala regulasi, kurangnya kapasitas SDM, atau mungkin kurangnya pemahaman tentang proses pengajuan dan penggunaan anggaran.

    "Nah ini nanti kita evaluasi kenapa bisa tidak terserap anggaran-nya dan banyak tersilpakan di beberapa kecamatan bahkan ada OPD juga seperti itu apakah ada kendala yang memang terkait regulasi ataukah, apakah memang anggaran itu tidak di maksimal kan," ujarnya.

    Ia sangat menyayangkan jika anggaran yang ada tidak digunakan dan dimaksimalkan. "Minimal kitakan harus maksimal kan jangan mengajukan anggaran kemudian tidak terserap. Nah ini juga sayang mending kita larikan kas anggaran itu ketempat atau ke OPD lain," ungkapnya.

    Dirinya mengatakan akan tetap mendorong serta melakukan evaluasi ke depan agar anggaran dapat di maksimalkan penggunaannya. "Kita akan dorong dan kita evaluasi agar kedepan ketika mereka mengajukan lagi anggaran-anggaran itu kalau memang tidak terserap ya kalau perlu kita pangkas, kita sesuaikan dengan yang sudah mereka gunakan," katanya.

    Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyerapannya anggaran dapat meningkat dan silva dapat diminimalisir, sehingga anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. (Adv)

    (Sf/Mr)