DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Serukan Pengembangan Pertanian untuk Kemandirian Ekonomi

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    08 Maret 2026 06:35 WIB

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mengalihkan perhatian pembangunan ekonomi dari sektor ekstraktif ke sektor pertanian, khususnya pengembangan jagung sebagai komoditas unggulan.

    Menurut Waris, saat ini ekonomi Berau masih bergantung pada komoditas ekstraktif seperti batu bara, kelapa sawit, dan besi tua, yang rentan terhadap fluktuasi pasar dan berdampak pada lingkungan.

    "Sumber daya alam ini terbatas dan akan habis. Oleh karena itu, kita perlu berpikir jangka panjang dengan mengembangkan sektor yang lebih berkelanjutan," ujar Waris.

    Ia pun menilai sektor pertanian salah satunya komoditas jagung memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi lokal. Selain bisa menjadi bahan baku pakan ternak, jagung juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi yang dipasarkan di tingkat lokal maupun nasional.

    "Kita harus melihat potensi lokal. Jagung bisa menjadi salah satu komoditas unggulan baru untuk Berau, yang tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga bagi ekonomi daerah secara keseluruhan," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya hilirisasi jagung, agar produk pertanian tidak hanya dikirim sebagai bahan mentah ke luar daerah. Ia mengusulkan Pemkab Berau berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan jagung, seperti pabrik pakan ternak atau produk olahan lainnya, untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi lokal.

    "Jangan hanya tanam jagung dan kirim bahan mentahnya ke luar. Kita harus mengembangkan industri pengolahan di sini. Jika kita bisa membangun pabrik pengolahan jagung di Berau, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya. Ini akan menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan nilai tambah untuk ekonomi daerah," tegasnya.

    Dengan strategi ini, Waris pun optimis dengan strategi ini Berau bisa mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif dan beralih ke ekonomi yang lebih beragam, mandiri, dan berkelanjutan.

    "Kita harus mulai merencanakan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan sektor ini, agar ke depan Berau memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil dan ramah lingkungan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Serukan Pengembangan Pertanian untuk Kemandirian Ekonomi

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    08 Maret 2026 06:35 WIB

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mengalihkan perhatian pembangunan ekonomi dari sektor ekstraktif ke sektor pertanian, khususnya pengembangan jagung sebagai komoditas unggulan.

    Menurut Waris, saat ini ekonomi Berau masih bergantung pada komoditas ekstraktif seperti batu bara, kelapa sawit, dan besi tua, yang rentan terhadap fluktuasi pasar dan berdampak pada lingkungan.

    "Sumber daya alam ini terbatas dan akan habis. Oleh karena itu, kita perlu berpikir jangka panjang dengan mengembangkan sektor yang lebih berkelanjutan," ujar Waris.

    Ia pun menilai sektor pertanian salah satunya komoditas jagung memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi lokal. Selain bisa menjadi bahan baku pakan ternak, jagung juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi yang dipasarkan di tingkat lokal maupun nasional.

    "Kita harus melihat potensi lokal. Jagung bisa menjadi salah satu komoditas unggulan baru untuk Berau, yang tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga bagi ekonomi daerah secara keseluruhan," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya hilirisasi jagung, agar produk pertanian tidak hanya dikirim sebagai bahan mentah ke luar daerah. Ia mengusulkan Pemkab Berau berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan jagung, seperti pabrik pakan ternak atau produk olahan lainnya, untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi lokal.

    "Jangan hanya tanam jagung dan kirim bahan mentahnya ke luar. Kita harus mengembangkan industri pengolahan di sini. Jika kita bisa membangun pabrik pengolahan jagung di Berau, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya. Ini akan menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan nilai tambah untuk ekonomi daerah," tegasnya.

    Dengan strategi ini, Waris pun optimis dengan strategi ini Berau bisa mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif dan beralih ke ekonomi yang lebih beragam, mandiri, dan berkelanjutan.

    "Kita harus mulai merencanakan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan sektor ini, agar ke depan Berau memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil dan ramah lingkungan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)